Rupiah Dibuka Variatif, USD Menguat Lawan Yen

Selasa, 12 Juli 2016 - 10:34 WIB
Rupiah Dibuka Variatif,...
Rupiah Dibuka Variatif, USD Menguat Lawan Yen
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka variatif setelah kemarin mencatat hasil positif sepanjang hari. Mata uang Garuda mengalami tekanan saat USD menguat mendekati posisi terbaik dalam satu pekan terhadap yen Jepang.

(Baca Juga: Rupiah Ditutup Menguat Terbatas Saat Yen Tergelincir)

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi dibuka pada level Rp13.151/USD. Posisi ini tercatat melemah dari posisi sebelumnya di level Rp13.112/USD.

Sementara menurut data Bloomberg, rupiah berada pada posisi Rp13.096/USD pagi ini dengan kisaran harian Rp13.096-Rp13.165/USD. Posisi ini memperlihatkan perbaikan rupiah dibandingkan awal pekan kemarin Rp13.107/USD dengan kenaikan sebesar 11 poin.

Berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah mengawali hari justru melemah di level Rp13.138/USD dengan penyusutan sebesar 36 poin dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi Rp13.102/USD.

Namun posisi rupiah memperlihatkan tren positif terhadap USD berdasarkan data Yahoo Finance dengan dibuka pada level Rp13.080/USD dengan kisaran harian Rp13.080-Rp13.140/USD. Rupiah tercatat menguat sebesar 20 poin dibandingkan kemarin Rp13.100/USD.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (12/7/2016) yen medekati posisi terburuk dalam satu pekan terhadap USD, setelah pemilihan parlemen Jepang menghadirkan harapan akan adanya stimulus terhadap pelonggaran moneter. USD tercatat berubah sedikit 0,3% menjadi 102.53 terhadap yen, usai awal pekan menanjak ke level tertinggi pada posisi 102.895 sejak Juli.

USD menguat hampir 2,2% kemarin untuk mencetak kenaikan terbesar dalam satu hari melawan yen sejak Oktober 2014. Kebangkitan USD dinilai akan bertahan jika kedepannya data ekonomi AS masih membaik dan pernyataan petinggi The Fed mendukung kenaikan suku bunga acuan atau Fed rate pada September, mendatang.

Meski data pekerjaan AS jauh lebih kuat dari yang diprediksi, para pelaku pasar masih ragu The Fed akan menaikkan suku bunga tahun ini saat Inggris bulan lalu mengejutkan dunia karena memilih meninggalkan Uni Eropa (UE). Poundsterling mulai pulih 0,1% menjadi USD1.2990, masih lebih baik dari awal pekan kemarin di posisi 1.2851.

Pounds yang sempat ambruk ke posisi terburuk dalam 31 tahun setelah referendum Brexit, Juni lalu perlahan mulai membaik. Euro sendiri tercatat stabil terhadap USD di level 1.1058.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
7 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
7 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
7 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
7 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
7 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
8 jam yang lalu
Infografis
Resmi Dibuka, Ini Formasi...
Resmi Dibuka, Ini Formasi Sekolah Kedinasan 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved