Pengusaha Nilai Pengguna Angkutan Umum Saat Mudik Masih Rendah
Selasa, 12 Juli 2016 - 11:01 WIB
Pengusaha Nilai Pengguna Angkutan Umum Saat Mudik Masih Rendah
A
A
A
JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memberikan apresiasi terhadap semua pihak terkait yang melakukan penanganan arus mudik dan arus balik Lebaran 2016. Meski begitu para pengusaha menilai angka penggunaan moda angkutan umum saat mudik Lebaran masih rendah.
(Baca Juga: Kadin Apresiasi Kerja Pemerintah Antisipasi Arus Mudik)
Kadin berharap agar masyarakat lebih mengutamakan angkutan umum saat mudik, karena dianggap dapat mengurangi angka kecelakaan dan juga akan mencegah terjadinya kemacetan lalu lintas. Ketua Komisi Tetap Bidang Perhubungan Darat Kadin Indonesia Adrianto Djokosoetono mengakui penanganan arus mudik dan arus balik Lebaran kali ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
"Penanganan mudik Lebaran 2016 sangat baik. Tapi, kami mengharapkan adanya peningkatan penggunaan angkutan umum. Ini demi keamanan dan kenyamanan pemudik," jelasnya dalam keterangan tertulis kepada Sindonews di Jakarta, Selasa (12/7/2016).
Adrianto yang juga Ketua DPP Organda menepis tudingan sejumlah pihak yang menyebutkan bahwa arus mudik tahun ini diwarnai kemacetan parah yang menelan korban jiwa di Exit Tol Brebes Timur. "Itu bukan menjadi ukuran," katanya.
Sebaliknya, dia mengapresiasi langkah-langkah konkret pemerintah dalam menangani arus mudik dan arus balik Lebaran 2016. Dia mengaku penanganan arus mudik dan arus balik Lebaran 2016 yang dilakukan Kementerian Perhubungan beserta jajaran Kepolisian, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) jauh lebih baik.
“Ada kemajuan signifikan dalam penanganan arus mudik dan arus balik Lebaran 2016. Penugasan sesuai Tupoksi. Persiapan semakin matang. Kami salut dalam keterbatasan infrastruktur jalan raya, rekayasa lalu lintas dapat terlaksana dengan baik,” katanya.
Sementara itu, berdasarkan data Posko Pusat Operasi Ramadniya 2016 Korlantas Polri, jumlah kecelakaan lalu lintas pada arus mudik dan balik Lebaran 2016 selama 10 hari masa operasi, yaitu 30 Juni hingga 9 Juli sebanyak 1.947.
Dari jumlah tersebut, katanya 366 orang meninggal sebanyak 634 luka berat dan 2.537 luka ringan. Sedangkan pada tahun 2015 angka kecelakaan lalu lintas sebanyak 2.228, di mana 464 orang meninggal, 817 luka berat dan 2.917 luka ringan.
"Saya yakin angka kecelakaan akan terus berkurang dalam keterbatasan yang ada. Memang kapasitas infrastruktur kita tidak mencukupi, meskipun telah dilakukan rekayasa lalu lintas. Tapi tetap saja belum bisa karena keterbatasan yang ada," terang dia
Dia menambahkan berharap penanganan rekayasa lalu lintas harus disertai penurunan penggunaan kendaraan pribadi selama arus mudik dan balik Lebaran. “Semua pihak wajib mendorong penggunaan angkutan umum untuk meminimalisasi kemacetan lalu lintas. Ini penting. Semua elemen bangsa wajib meningkatkan penggunaan kendaraan nonpribadi, seperti bis dan kereta api,” tandasnya.
(Baca Juga: Kadin Apresiasi Kerja Pemerintah Antisipasi Arus Mudik)
Kadin berharap agar masyarakat lebih mengutamakan angkutan umum saat mudik, karena dianggap dapat mengurangi angka kecelakaan dan juga akan mencegah terjadinya kemacetan lalu lintas. Ketua Komisi Tetap Bidang Perhubungan Darat Kadin Indonesia Adrianto Djokosoetono mengakui penanganan arus mudik dan arus balik Lebaran kali ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
"Penanganan mudik Lebaran 2016 sangat baik. Tapi, kami mengharapkan adanya peningkatan penggunaan angkutan umum. Ini demi keamanan dan kenyamanan pemudik," jelasnya dalam keterangan tertulis kepada Sindonews di Jakarta, Selasa (12/7/2016).
Adrianto yang juga Ketua DPP Organda menepis tudingan sejumlah pihak yang menyebutkan bahwa arus mudik tahun ini diwarnai kemacetan parah yang menelan korban jiwa di Exit Tol Brebes Timur. "Itu bukan menjadi ukuran," katanya.
Sebaliknya, dia mengapresiasi langkah-langkah konkret pemerintah dalam menangani arus mudik dan arus balik Lebaran 2016. Dia mengaku penanganan arus mudik dan arus balik Lebaran 2016 yang dilakukan Kementerian Perhubungan beserta jajaran Kepolisian, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) jauh lebih baik.
“Ada kemajuan signifikan dalam penanganan arus mudik dan arus balik Lebaran 2016. Penugasan sesuai Tupoksi. Persiapan semakin matang. Kami salut dalam keterbatasan infrastruktur jalan raya, rekayasa lalu lintas dapat terlaksana dengan baik,” katanya.
Sementara itu, berdasarkan data Posko Pusat Operasi Ramadniya 2016 Korlantas Polri, jumlah kecelakaan lalu lintas pada arus mudik dan balik Lebaran 2016 selama 10 hari masa operasi, yaitu 30 Juni hingga 9 Juli sebanyak 1.947.
Dari jumlah tersebut, katanya 366 orang meninggal sebanyak 634 luka berat dan 2.537 luka ringan. Sedangkan pada tahun 2015 angka kecelakaan lalu lintas sebanyak 2.228, di mana 464 orang meninggal, 817 luka berat dan 2.917 luka ringan.
"Saya yakin angka kecelakaan akan terus berkurang dalam keterbatasan yang ada. Memang kapasitas infrastruktur kita tidak mencukupi, meskipun telah dilakukan rekayasa lalu lintas. Tapi tetap saja belum bisa karena keterbatasan yang ada," terang dia
Dia menambahkan berharap penanganan rekayasa lalu lintas harus disertai penurunan penggunaan kendaraan pribadi selama arus mudik dan balik Lebaran. “Semua pihak wajib mendorong penggunaan angkutan umum untuk meminimalisasi kemacetan lalu lintas. Ini penting. Semua elemen bangsa wajib meningkatkan penggunaan kendaraan nonpribadi, seperti bis dan kereta api,” tandasnya.
(akr)
Lihat Juga :