Rupiah Sore Ini Ditutup Naik Tipis saat Yen Terkikis

Kamis, 14 Juli 2016 - 17:11 WIB
Rupiah Sore Ini Ditutup...
Rupiah Sore Ini Ditutup Naik Tipis saat Yen Terkikis
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini hanya mampu naik tipis dibanding penutupan kemarin. Kondisi penguatan rupiah sore ini terjadi di tengah melemahnya yen terhadap beberapa mata uang dunia lainnya.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg sore ini berada pada level Rp13.073/USD atau menguat jika dibanding penutupan sebelumnya di posisi Rp13.086/USD. Pergerakan mata uang Garuda hari ini berada pada kisaran harian Rp13.062-Rp13.099/USD.

Menurut data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah berakhir ada di posisi Rp13.095/USD atau lebih baik dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.105/USD.

Di sisi lain, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah berada pada level Rp13.088/USD. Posisi ini tercatat menguat dari posisi sebelumnya di level Rp13.095/USD.

Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah hari ini berakhir di level Rp13.085/USD dengan kisaran harian Rp13.036-Rp13.090/USD. Posisi penutupan hari ini mendatar dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.084/USD.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (14/7/2016) yen merosot terhadap seluruh mata uang. Hal ini tak terlepas dari laporan media yang memicu spekulasi Bank of Japan bisa mengambil langkah-langkah untuk mendanai belanja pemerintah secara langsung.

Poundsterling akhirnya mengalami kenaikan yang solid terhadap yen, USD dan euro menjelang pertemuan Bank of England secara luas yang diharapkan dapat menurunkan suku bunga untuk mengimbangi pukulan ekonomi setelah Inggris keluar dari Uni Eropa.

USD Selandia Baru juga jatuh setelah gubernur bank sentral setempat mengatakan akan mengeluarkan update ekonomi sebelum pertemuan kebijakan bulan depan, sebuah langkah yang tidak biasa dibaca oleh sebagian orang sebagai lambang Reserve Bank sedang mempersiapkan untuk menurunkan suku bunga.

USD terhadap yen naik 1% menjadi 105,54 atau mencapai tingkat tertinggi sejak akhir Juni. Jika pemerintah menerbitkan obligasi langsung ke BOJ, bisa berjumlah Bank mendanai belanja pemerintah secara langsung dengan mencetak yen baru, untuk pertama kalinya "helikopter uang" langsung di bisnis dan konsumen.

Poundsterling terhadap USD naik sekitar setengah persen menjadi 1,3212, meskipun masih jauh dari level tertinggi dalam sepekan ini.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Dukung Pendanaan UMKM,...
Dukung Pendanaan UMKM, Easycash Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko
14 menit yang lalu
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan Hari Ini, Buyback Jadi Rp2,4 Juta per Gram
26 menit yang lalu
Transformasi Ekonomi...
Transformasi Ekonomi Progresif, Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi di Maluku Utara
40 menit yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Literasi Pasar Modal melalui Seminar Nasional 'Lo Kheng Hong Investment Philosophy'
59 menit yang lalu
Bidik Pasar Renovasi...
Bidik Pasar Renovasi Rumah, SIG Perluas Jangkauan Beton Siap Pakai di Perkotaan
1 jam yang lalu
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Harga Minyak Global Kembali Melonjak
2 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved