Juni-Juli, BPS Catat Rupiah Terus Menguat terhadap USD
Jum'at, 15 Juli 2016 - 13:11 WIB
Juni-Juli, BPS Catat Rupiah Terus Menguat terhadap USD
A
A
A
JAKARTA - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin mengungkapkan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) menguat sejak Juni pekan kelima hingga Juli minggu ke dua. Penguatan ini dinilai positif untuk laju penguatan rupiah ke depannya.
Pada pekan ke lima bulan Juni, rupiah menguat terhadap USD, dolar Australia (AUD) dan euro. Terhadap USD menguat sampai 2,95% kemudian terhadap AUD juga menguat 0,57% dan terhadap euro menguat 3,58%.
"Ini bagus, rupiah menguat terus terhadap USD sampai ke minggu kedua Juli. Nanti kita lihat untuk angkanya," kata Suryamin di Jakarta, Jumat (15/7/2016).
Namun, rupiah terhadap yen untuk pekan kelima bulan Juni malah melemah 3,88%. Untuk level nilai tukar rupiah regional tertinggi terjadi di Kalimantan Utara di level Rp13.033/USD dan terendah di Aceh Rp13.375/USD.
Untuk Juli pekan pertama, rupiah terjadi penguatan terhadap USD sebesar 0,75% dan pekan kedua juga mengalami penguatan Rp1,12%. Terhadap euro, rupiah mengalami pelemahan di pekan pertama sebesar 0,39%, namun pada pekan kedua sudah menguat lagi 0,56%.
"Sedangkan untuk yen pada pekan pertama melemah 0,12% namun menguat lagi di pekan kedua 0,27%," kata dia.
Namun, dengan AUD, rupiah mengalami pelemahan di pekan 1-2, di mana pada pekan pertama melemah 0,52% dan pekan kedua melemah dengan presentase sama. Dia menilai hal ini terjadi karena kegiatan impor daging sapi ketika menjelang Lebaran kemarin.
"Ini mungkin karena kita mengimpor daging sangat banyak ya dari Australia. Gandum juga untuk keperluan Lebaran," pungkas Suryamin.
Pada pekan ke lima bulan Juni, rupiah menguat terhadap USD, dolar Australia (AUD) dan euro. Terhadap USD menguat sampai 2,95% kemudian terhadap AUD juga menguat 0,57% dan terhadap euro menguat 3,58%.
"Ini bagus, rupiah menguat terus terhadap USD sampai ke minggu kedua Juli. Nanti kita lihat untuk angkanya," kata Suryamin di Jakarta, Jumat (15/7/2016).
Namun, rupiah terhadap yen untuk pekan kelima bulan Juni malah melemah 3,88%. Untuk level nilai tukar rupiah regional tertinggi terjadi di Kalimantan Utara di level Rp13.033/USD dan terendah di Aceh Rp13.375/USD.
Untuk Juli pekan pertama, rupiah terjadi penguatan terhadap USD sebesar 0,75% dan pekan kedua juga mengalami penguatan Rp1,12%. Terhadap euro, rupiah mengalami pelemahan di pekan pertama sebesar 0,39%, namun pada pekan kedua sudah menguat lagi 0,56%.
"Sedangkan untuk yen pada pekan pertama melemah 0,12% namun menguat lagi di pekan kedua 0,27%," kata dia.
Namun, dengan AUD, rupiah mengalami pelemahan di pekan 1-2, di mana pada pekan pertama melemah 0,52% dan pekan kedua melemah dengan presentase sama. Dia menilai hal ini terjadi karena kegiatan impor daging sapi ketika menjelang Lebaran kemarin.
"Ini mungkin karena kita mengimpor daging sangat banyak ya dari Australia. Gandum juga untuk keperluan Lebaran," pungkas Suryamin.
(izz)