Brexit Dinilai Tak Terlalu Mengkhawatirkan bagi Asia

Jum'at, 15 Juli 2016 - 13:50 WIB
Brexit Dinilai Tak Terlalu...
Brexit Dinilai Tak Terlalu Mengkhawatirkan bagi Asia
A A A
JAKARTA - Chief Economist DBS Group Research David Carbon mengatakan, dalam jangka pendek dampak dari kelaurnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit) memang terasa dalam pasar uang dan pasar modal. Ini terlihat dari bursa saham Asia melakukan aksi jual pada saat hasil referendum diumumkan.

Namun Carbon menuturkan, dari perspektif ekonomi dampak ini tidak terlalu mengkhawatirkan terutama bagi Asia. Meski pertumbuhan Asia melambat, Asia masih akan tumbuh sekitar USD1 triliun setiap tahun.

(Baca: DBS: Brexit Langkah Mundur Inggris)

Menurutnya, hal ini setara dengan tingkat produk domestik bruto (PDB) Jerman setiap 3,2 tahun. Lima tahun dari sekarang, Asia akan membentuk Jerman baru setiap 2,8 tahun. "Jadi, jangan khawatir soal Brexit jika Anda tinggal di Asia," ujar Carbon dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (15/7/2016).

Lebih lanjut dia menilai, besarnya dampak yang ditimbulkan dari Brexit tergantung dari berapa banyak negara yang bisa jadi akan menyusul langkah Inggris keluar dari Uni Eropa.

Efek domino dapat timbul ketika Brexit menjadi inspirasi bagi negara Uni Eropa lain seperti Belanda, Austria, Swedia, dan Prancis untuk menggelar referendum serupa. Perlu juga dicatat bahwa Skotlandia telah memutuskan untuk tetap menjadi bagian dari ekonomi Uni Eropa.

"Hal ini membuka kembali kemungkinan Skotlandia akan meninggalkan Inggris Raya untuk bisa tetap menjadi anggota Uni Eropa," ungkapnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menanti Gebrakan Ekonomi...
Menanti Gebrakan Ekonomi PM Inggris Rishi Sunak
Keuangan Inggris Terburuk...
Keuangan Inggris Terburuk Sejak 1945, Menkeu Baru Rachel Reeves Salahkan Pendahulunya
Ekonomi Inggris di Ambang...
Ekonomi Inggris di Ambang Kolaps, Krisis 1976 Bakal Terulang?
Inggris Masih Resesi,...
Inggris Masih Resesi, Ekonominya Minus 9,6 Persen pada Kuartal III
5 Fakta Resesi Ekonomi...
5 Fakta Resesi Ekonomi Inggris dan Apa Saja Dampaknya
Ekonomi Inggris Jatuh...
Ekonomi Inggris Jatuh ke Dalam Resesi pada Akhir 2023
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
1 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
1 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
2 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
2 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
2 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
2 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved