Ekspor Batu Bara Bisa Angkat Neraca Perdagangan Juli Surplus
Jum'at, 15 Juli 2016 - 15:51 WIB
Ekspor Batu Bara Bisa Angkat Neraca Perdagangan Juli Surplus
A
A
A
JAKARTA - Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadi Wibowo ingin neraca perdagangan Indonesia pada Juli kembali surplus meski impor Juni dikhawatirkan lebih besar. Karena itu, diharapkan ekspor batu bara besar.
Ekspor batu bara naik hingga 2 juta ton jika dibanding Mei 2016 (month to month). Jika ekspor itu berlanjut, maka bisa saja neraca perdagangan Indonesia pada Juli akan kembali surplus tinggi.
(Baca: BPS Catat Neraca Perdagangan RI Juni Surplus USD900 Juta)
"Jadi, kalau mereka masih kejar tayang, ini akan mendorong dari sana. CPO harganya kita lihat membaik meski harga turun, itu masih jadi komoditas strategis dan punya peluang ke sana," kata dia di kantornya, Jakarta, Jumat (15/7/2016).
Pihaknya melihat kebutuhan impor relatif berkurang, karena kebutuhan konsumsinya sudah lewat. Dia mengatakan, kemungkinan besar terjadi perbaikan impor seperti barang modal. (Baca: BPS Ramal Neraca Perdagangan Pascalebaran Turun)
"Tapi, untuk konsumsi agak turun. Kecuali untuk kebutuhan pokok seperti gandum harus ada, kalau stoknya kurang akan alami penurunan," ujarnya.
Sementara untuk ekspor, importir dari luar negeri mungkin kejar tayang, mereka sudah prediksi produsen Indonesia akan slow down. "Mereka kejar tayang dan terjadi peningkatan, hampir semua barang ekspor alami kenaikan dari sisi volumenya Juni dibanding Mei," pungkasnya.
Ekspor batu bara naik hingga 2 juta ton jika dibanding Mei 2016 (month to month). Jika ekspor itu berlanjut, maka bisa saja neraca perdagangan Indonesia pada Juli akan kembali surplus tinggi.
(Baca: BPS Catat Neraca Perdagangan RI Juni Surplus USD900 Juta)
"Jadi, kalau mereka masih kejar tayang, ini akan mendorong dari sana. CPO harganya kita lihat membaik meski harga turun, itu masih jadi komoditas strategis dan punya peluang ke sana," kata dia di kantornya, Jakarta, Jumat (15/7/2016).
Pihaknya melihat kebutuhan impor relatif berkurang, karena kebutuhan konsumsinya sudah lewat. Dia mengatakan, kemungkinan besar terjadi perbaikan impor seperti barang modal. (Baca: BPS Ramal Neraca Perdagangan Pascalebaran Turun)
"Tapi, untuk konsumsi agak turun. Kecuali untuk kebutuhan pokok seperti gandum harus ada, kalau stoknya kurang akan alami penurunan," ujarnya.
Sementara untuk ekspor, importir dari luar negeri mungkin kejar tayang, mereka sudah prediksi produsen Indonesia akan slow down. "Mereka kejar tayang dan terjadi peningkatan, hampir semua barang ekspor alami kenaikan dari sisi volumenya Juni dibanding Mei," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :