Bursa Saham Asia Mixed, IHSG Ditutup Berhasil Menguat
Jum'at, 15 Juli 2016 - 16:33 WIB
Bursa Saham Asia Mixed, IHSG Ditutup Berhasil Menguat
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan ini ditutup berada di zona positif setelah kemarin berakhir memerah. IHSG ditutup menguat 26,64 poin atau 0,52% ke level 5.110,18 di tengah variatifnya (mixed) bursa saham Asia.
Pada pembukaan perdagangan tadi pagi IHSG menguat 9,04 poin atau 0,18% ke level 5.092,58 dan berlanjut pada sesi I yang bertambah 26,28 poin atau 0,52% ke level 5.109,82. Sementara, pada perdagangan kemarin ditutup ambles hingga 50,39 poin atau 0,98% ke level 5.083.54.
Dilansir dari CNBC, Jumat (15/7/2016) pasar saham Asia hari ini berakhir mixed (variatif), karena investor mulai mencerna atas data dari China, meski saham masih berhasil membukukan keuntungan mingguan.
Di Australia, ASX 200 ditutup naik 17,99 poin atau 0,33% ke level 5.429,60, didorong oleh kenaikan sektor keuangan, energi, dan material. Untuk pekan ini, indeks patokan Australia naik 3,81%.
Di Korea Selatan, indeks Kospi ditutup naik 8,49 poin atau 0,42% ke level 2.017,26, mengalami kenaikan hingga 2,76% dalam sepekan. Di Jepang, Indeks Nikkei N225 membukukan kenaikan mingguan 9,20% dan pada hari ini ditutup naik 111,96 poin atau 0,68% di level 16.497,85.
Topix ditutup naik 5,94 poin atau 0,45% ke level 1.317,10. Di Hong Kong, indeks Hang Seng diperdagangkan naik 0,23% pada sore ini, setelah terombang-ambing antara keuntungan dan kerugian sepanjang sesi.
Pasar China menyerahkan keuntungan dalam perdagangan sore untuk menutup mendatar, menyusul reaksi gross produksi dalam negeri (PDB) kuartal II yang dirilis di pagi hari. Shanghai komposit berakhir flat di level 3.053,68, posting kenaikan mingguan 2,19%, Shenzhen komposit tergelincir 6,19 poin atau 0,30% di level 2.038,73.
Adapun sektor saham dalam negeri hari ini mayoritas menguat. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah sektor infrastruktur yang naik 2,08% disusul sektor perkebunan yang naik 1,15%. Sementara, sektor yang melemah terdalam adalah sektor properti yang turun 0,64%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp7,64 triliun dengan 7,22 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp1,71 triliun dengan aksi jual asing mencapai Rp6,37 triliun dan aksi beli sebesar Rp8,09 triliun. Tercatat 172 saham menguat, 131 saham melemah dan 104 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat di antaranya PT Mayora Indah Tbk (MYOR) naik Rp800 menjadi Rp39.000, PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk (MREI) naik Rp500 menjadi Rp5.000, dan PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) naik Rp200 menjadi Rp2.170.
Sementara, saham-saham yang mengalami pelemahan pada penutupan hari ini di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp1.725 menjadi Rp70.400, PT Unggul Indah Cahaya Tbk (UNIC) melemah Rp135 menjadi Rp1.315, dan PT Surya Toto Indonesia Tbk (TOTO) berkurang Rp75 menjadi Rp5.400.
Pada pembukaan perdagangan tadi pagi IHSG menguat 9,04 poin atau 0,18% ke level 5.092,58 dan berlanjut pada sesi I yang bertambah 26,28 poin atau 0,52% ke level 5.109,82. Sementara, pada perdagangan kemarin ditutup ambles hingga 50,39 poin atau 0,98% ke level 5.083.54.
Dilansir dari CNBC, Jumat (15/7/2016) pasar saham Asia hari ini berakhir mixed (variatif), karena investor mulai mencerna atas data dari China, meski saham masih berhasil membukukan keuntungan mingguan.
Di Australia, ASX 200 ditutup naik 17,99 poin atau 0,33% ke level 5.429,60, didorong oleh kenaikan sektor keuangan, energi, dan material. Untuk pekan ini, indeks patokan Australia naik 3,81%.
Di Korea Selatan, indeks Kospi ditutup naik 8,49 poin atau 0,42% ke level 2.017,26, mengalami kenaikan hingga 2,76% dalam sepekan. Di Jepang, Indeks Nikkei N225 membukukan kenaikan mingguan 9,20% dan pada hari ini ditutup naik 111,96 poin atau 0,68% di level 16.497,85.
Topix ditutup naik 5,94 poin atau 0,45% ke level 1.317,10. Di Hong Kong, indeks Hang Seng diperdagangkan naik 0,23% pada sore ini, setelah terombang-ambing antara keuntungan dan kerugian sepanjang sesi.
Pasar China menyerahkan keuntungan dalam perdagangan sore untuk menutup mendatar, menyusul reaksi gross produksi dalam negeri (PDB) kuartal II yang dirilis di pagi hari. Shanghai komposit berakhir flat di level 3.053,68, posting kenaikan mingguan 2,19%, Shenzhen komposit tergelincir 6,19 poin atau 0,30% di level 2.038,73.
Adapun sektor saham dalam negeri hari ini mayoritas menguat. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah sektor infrastruktur yang naik 2,08% disusul sektor perkebunan yang naik 1,15%. Sementara, sektor yang melemah terdalam adalah sektor properti yang turun 0,64%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp7,64 triliun dengan 7,22 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp1,71 triliun dengan aksi jual asing mencapai Rp6,37 triliun dan aksi beli sebesar Rp8,09 triliun. Tercatat 172 saham menguat, 131 saham melemah dan 104 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat di antaranya PT Mayora Indah Tbk (MYOR) naik Rp800 menjadi Rp39.000, PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk (MREI) naik Rp500 menjadi Rp5.000, dan PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) naik Rp200 menjadi Rp2.170.
Sementara, saham-saham yang mengalami pelemahan pada penutupan hari ini di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp1.725 menjadi Rp70.400, PT Unggul Indah Cahaya Tbk (UNIC) melemah Rp135 menjadi Rp1.315, dan PT Surya Toto Indonesia Tbk (TOTO) berkurang Rp75 menjadi Rp5.400.
(izz)
Lihat Juga :