Yen Makin Anjlok, Rupiah Ditutup Ikut Terjerumus

Jum'at, 15 Juli 2016 - 17:02 WIB
Yen Makin Anjlok, Rupiah...
Yen Makin Anjlok, Rupiah Ditutup Ikut Terjerumus
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini berakhir melemah dibanding penutupan kemarin. Kondisi pelemahan rupiah sore ini terjadi di tengah semakin anjloknya yen terhadap USD.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg sore ini berada pada level Rp13.096/USD atau tidak lebih baik dibanding penutupan sebelumnya di posisi Rp13.073/USD. Pergerakan mata uang Garuda hari ini berada pada kisaran harian Rp13.054-Rp13.098/USD.

Menurut data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah berakhir ada di posisi Rp13.110/USD atau memburuk dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.095/USD.

Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah hari ini berakhir di level Rp13.090/USD dengan kisaran harian Rp13.032-Rp13.092/USD. Posisi penutupan hari ini melemah dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.085/USD.

Di sisi lain, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah berada di level Rp13.086/USD. Posisi ini tercatat menguat dari posisi sebelumnya di level Rp13.088/USD..

Seperti dilansir Reuters, Jumat (15/7/2016) yen terhadap USD sore ini mencapai titik terendah dalam tiga pekan dan ditetapkan mingguan terbesar pada musim gugur dalam 17 tahun setelah data menunjukkan stabilisasi dalam perekonomian China, memperkuat sentimen risiko global.

USD terhadap yen naik menjadi 106,32, level terkuat sejak 24 Juni di perdagangan Asia, dan di Eropa diperdagangkan pada level 105,80. Saham Eropa jatuh dalam transaksi awal akibat terjadi serangan di kota Prancis yang menewaskan lebih dari 80 orang.

Dalm sepekan ini, USD pun tetap menguat 5,2% terhadap yen, dan berada di jalur untuk kinerja mingguan terbaik terhadap yen sejak Februari 1999, sebagai harapan stimulus besar dari Jepang yang membebani yen.

Spekulasi tersebut terjadi setelah mantan Ketua Federal Reserve Ben Bernanke mengunjungi Bank of Japan awal pekan ini, memicu pembicaraan Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda mungkin memberikan "helicopter money", yang akan melibatkan bank sentral secara langsung membiayai pengeluaran pemerintah.

Euro terhadap yen juga mampu naik 0,6% menjadi 117,80. Bahkan, poundsterling terhadap yen juga naik 0,6% menjadi 141,42. "Data China membantu sentimen risiko. Secara keseluruhan, kami telah memiliki beberapa judul yang baik pekan ini, seperti stabilitas politik yang lebih di Inggris, harapan stimulus Jepang dan semua ini memberikan kontribusi kepada investor menjual yen," kata Yujiro Goto di Normura.

Data terbaru dari China menunjukkan pertumbuhan, produksi industri dan penjualan ritel berhasil mengalahkan perkiraan, menunjukkan ada beberapa ketahanan dalam perekonomian.

Yen dianggap sebagai mata uang safe haven sebagian karena status kreditur bersih Jepang. Akibatnya, yen cenderung naik pada saat pasar stres, namun sering datang di bawah tekanan ketika risiko investor appetite membaik.

Poundsterling terhadap USD naik 1% menjadi 1,3481, tertinggi dalam dua pekan, tinggal perusahaan setelah Bank of England (BoE) mempertahankan suku bunga ditahan pada Kamis.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
6 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
6 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
6 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
7 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
8 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
8 jam yang lalu
Infografis
Para Miliarder Teknologi...
Para Miliarder Teknologi Hamburkan Triliunan Rupiah untuk Riset Kehidupan Abadi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved