Harga Minyak Kembali Berubah Imbas Gagalnya Kudeta Militer di Turki

Senin, 18 Juli 2016 - 09:42 WIB
Harga Minyak Kembali...
Harga Minyak Kembali Berubah Imbas Gagalnya Kudeta Militer di Turki
A A A
SINGAPURA - Harga minyak di perdagangan Asia pada Senin (18/7/2016) bergeser imbas dari percobaan kudeta militer di Turki yang gagal. Melansir Reuters, Senin (18/7/2016), para pedagang memilih untuk mengabaikan dampak dari kudeta militer terhadap Erdogan.

Sementara itu, kuatnya indeks dolar Amerika Serikat turut menekan harga si emas hitam, kendati data ekonomi AS dan China mendukung prospek permintaan minyak global.

Minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate turun 12 sen menjadi USD45,83 per barel pada 00:41 GMT, setelah mengakhiri sesi sebelumnya yang naik 27 sen, kenaikan lebih dari 1% dalam waktu sepekan.

Minyak mentah berjangka London, Brent tergelincir satu sen ke USD47,60 per barel setelah ditutup naik 24 sen di sesi sebelumnya alias naik hampir 2% dalam sepekan.

Ric Spooner, analis pasar di CMC Markets di Sydney, Australia, menyebut bahwa penurunan ini karena pasar telah mengabaikan kudeta. “Tidak ada gangguan pengiriman. Tidak ada risiko jangka pendek untuk pasokan minyak,” katanya kepada Reuters.

Perebutan kembali kawasan Bosphorus di Istanbul oleh kubu pemerintah Turki menjadi cek point untuk menangani pengiriman sekitar 3% minyak untuk global, terutama akses dari pelabuhan Laut Hitam dan wilayah Kaspia, yang dibuka kembali pada Sabtu kemarin setelah ditutup beberapa jam akibat kudeta militer pada Jumat pekan lalu.

Hal lainnya menurut Spooner, kuatnya indeks USD terhadap sekerangjang mata uang dunia pada awal perdagangan Senin ini, membuat greenback—nama lain USD—menekan harga komoditas. Namun, data ekonomi dari AS dan China, dua negara ekonomi terbesar di dunia sewaktu-waktu bisa memberikan dukungan bagi harga minyak.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Rupiah Melemah, Perajin...
Rupiah Melemah, Perajin Tahu Tempe Gelisah Imbas Lonjakan Harga Kedelai Impor
23 menit yang lalu
Dibangun PTPP, RSUD...
Dibangun PTPP, RSUD Thohir Krui Diresmikan Presiden Prabowo
52 menit yang lalu
IHSG Menguat 2,67% Sore...
IHSG Menguat 2,67% Sore Ini, Ditutup di Level 5.900
1 jam yang lalu
Maritza Consulting Bidik...
Maritza Consulting Bidik Pertumbuhan Penjualan Properti Lewat Strategi Berbasis Data
1 jam yang lalu
Harga BBM dan LPG Subsidi...
Harga BBM dan LPG Subsidi Tak Naik Seperti Pertamax, Bahlil: Itu Perintah Presiden
1 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Komisi XII Ingatkan Dampaknya terhadap Daya Beli
1 jam yang lalu
Infografis
Iran-Israel Perang,...
Iran-Israel Perang, Ini Peta Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved