Jeda Siang: Indeks Tembus 5.200, Rupiah Tunduk 9 Poin
Rabu, 20 Juli 2016 - 12:31 WIB
Jeda Siang: Indeks Tembus 5.200, Rupiah Tunduk 9 Poin
A
A
A
JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi I perdagangan Rabu (20/7/2016), menguat 0,80% atau 41,40 poin ke level 5.214,23.
Sebelumnya, pada awal perdagangan hari ini, indeks dibuka naik 0,25% atau 12,76 poin ke level 5.185,59.
Adapun nilai transaksi di bursa pada jeda siang ini tercatat mencapai Rp4,2 triliun dari 4,5 miliar lembar saham yang diperjualbelikan. Transaksi bersih asing mencapai Rp457,85 miliar dengan aksi jual asing Rp1,56 triliun berbanding aksi beli asing Rp2,02 triliun.
Sektor konsumer memimpin penguatan dengan kenaikan 1,76% diikuti sektor manufaktur yang naik 1,43%. Tercatat dari 380 saham yang diperdagangkan, 162 saham naik, 112 turun, dan 106 tetap. Adapun transaksi bersih asing mencapai Rp15,40 miliar dengan aksi jual asing Rp48,55 miliar berbanding aksi beli asing Rp63,96 miliar.
Sementara itu, nilai tukar rupiah teradap dolar Amerika Serikat (USD) pada jeda siang, Rabu (20/7/2016) melemah tipis 9 poin atau 0,07% ke Rp13.098/USD.
Sebelumnya, pagi tadi, rupiah diperdagangkan terpukul 18 poin atau 0,14% ke level Rp13.107/USD.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan pelemahan rupiah ini karena menguatnya laju USD dapat menjadi penghalang bagi berbalik arah menguatnya rupiah. Selama masih belum adanya sentimen yang cukup signifikan terhadap pergerakan rupiah maka rupiah cenderung melanjutkan pergerakan konsolidasinya.
Adapun data Sindonews yang bersumber dari Limas, rupiah dibuka stagnan yaitu Rp13.095, dimana pada penutupan Selasa juga bersemayam di level Rp13.095/USD. Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia pada Rabu (20/7/2016), rupiah dibuka Rp13.100/USD, terdepresiasi 0,10% atau 14 poin dari posisi Rp13.086/USD, pada patokan Selasa kemarin.
Sementara itu, di pasar mata uang, indeks USD menguat terhadap sekeranjang mata uang utama, yaitu 97,097. Data perumahan AS yang positif yang dilansir Selasa kemarin, telah membonceng USD menjadi lebih gagah.
Sebelumnya, pada awal perdagangan hari ini, indeks dibuka naik 0,25% atau 12,76 poin ke level 5.185,59.
Adapun nilai transaksi di bursa pada jeda siang ini tercatat mencapai Rp4,2 triliun dari 4,5 miliar lembar saham yang diperjualbelikan. Transaksi bersih asing mencapai Rp457,85 miliar dengan aksi jual asing Rp1,56 triliun berbanding aksi beli asing Rp2,02 triliun.
Sektor konsumer memimpin penguatan dengan kenaikan 1,76% diikuti sektor manufaktur yang naik 1,43%. Tercatat dari 380 saham yang diperdagangkan, 162 saham naik, 112 turun, dan 106 tetap. Adapun transaksi bersih asing mencapai Rp15,40 miliar dengan aksi jual asing Rp48,55 miliar berbanding aksi beli asing Rp63,96 miliar.
Sementara itu, nilai tukar rupiah teradap dolar Amerika Serikat (USD) pada jeda siang, Rabu (20/7/2016) melemah tipis 9 poin atau 0,07% ke Rp13.098/USD.
Sebelumnya, pagi tadi, rupiah diperdagangkan terpukul 18 poin atau 0,14% ke level Rp13.107/USD.
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan pelemahan rupiah ini karena menguatnya laju USD dapat menjadi penghalang bagi berbalik arah menguatnya rupiah. Selama masih belum adanya sentimen yang cukup signifikan terhadap pergerakan rupiah maka rupiah cenderung melanjutkan pergerakan konsolidasinya.
Adapun data Sindonews yang bersumber dari Limas, rupiah dibuka stagnan yaitu Rp13.095, dimana pada penutupan Selasa juga bersemayam di level Rp13.095/USD. Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia pada Rabu (20/7/2016), rupiah dibuka Rp13.100/USD, terdepresiasi 0,10% atau 14 poin dari posisi Rp13.086/USD, pada patokan Selasa kemarin.
Sementara itu, di pasar mata uang, indeks USD menguat terhadap sekeranjang mata uang utama, yaitu 97,097. Data perumahan AS yang positif yang dilansir Selasa kemarin, telah membonceng USD menjadi lebih gagah.
(ven)