IHSG Ditutup Terpeleset Saat Bursa Jepang Melompat
Kamis, 21 Juli 2016 - 16:44 WIB
IHSG Ditutup Terpeleset Saat Bursa Jepang Melompat
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini berakhir di zona negatif. Bursa saham Tanah Air ditutup melemah 25,85 poin atau 0,49% ke level 5.216,97 di tengah lompatan bursa Jepang saat mayoritas pasar saham Asia bergerak variatif.
Pada pembukaan perdagangan tadi pagi IHSG bertambah 3,38 poin atau 0,07% ke level 5.246,30 dan hingga sesi siang sukses menjaga tren penguatan dengan kenaikan 14,66 poin atau 0,28% ke level 5.257,48. Sementara, pada perdagangan kemarin ditutup kokoh 69,99 poin atau menguat 1,35% ke level 5.242,82.
Dilansir CNBC, Kamis (21/7/2016) pasar Asia terlihat bergerak variatif, meski bursa Jepang mencetak keuntungan cukup besar setelah pemerintah kabarnya sedang menyiapkan paket stimulus cukup besar. Nikkei Jepang tercatat mengalami kenaikan 128,33 poin atau 0,77% ke level 16.810,22, saat beberapa saham terdorong pelemahan yen.
Menurut sumber terdekat pemerintah Jepang seperti diberitakan Jepang Kyodo News bahwa pemerintah sedang menyusun paket stimulus mencapai 20 triliun yen untuk membantu perekonomian domestik dan menepis kemungkinan efek negatif dari Brexit (keputusan Inggris meninggalkan Uni Eropa).
Di sisi lain pasar saham Korea Selatan mengalami kejatuhan saat indeks Kospi ditutup berkurang 3,24 poin atau 0,16% di level 2.012,22. Sedangkan di daratan China hasil positif diperlihatkan indeka Hang Seng yang merangkak naik 118,01 poin atau 0,54% ke level 22.000,49 mengiringi penguatan indeks Shanghai bertambah 0,37% atau 11,11 poin ke level 3.039,01.
Sementara indeks Australia ASX 200 ditutup naik 23,67 poin atau 0,43% ke level 5.512,40. Adapun sektor saham dalam negeri hari ini mayoritas bergerak dalam tren negatif. Sektor dengan pelemahan terdalam dialami Infrastruktur yang turun 1,38% mengiringi kejatuhan sektor pertanian sebesar minus 1,22%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp7,21 triliun dengan 7,88 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp494,7 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp2,63 triliun dan aksi beli sebesar Rp3,13 triliun. Tercatat 118 saham menguat, 188 saham melemah dan 116 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) naik Rp2.075 menjadi Rp77,100, PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk. (MREI) bertambah Rp80 menjadi Rp4.830 dan PT Unggul Indah Cahaya Tbk. (UNIC) menguat Rp80 menjadi Rp1.440.
Saham-saham yang mengalami pelemahan pada penutupan hari ini di antaranya PT Astra International Tbk. (ASII) menyusut Rp75 menjadi Rp7.375, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) berkurang Rp75 menjadi Rp5.575 serta PT BISI International Tbk. (BISI) melemah Rp40 menjadi Rp1.770.
Pada pembukaan perdagangan tadi pagi IHSG bertambah 3,38 poin atau 0,07% ke level 5.246,30 dan hingga sesi siang sukses menjaga tren penguatan dengan kenaikan 14,66 poin atau 0,28% ke level 5.257,48. Sementara, pada perdagangan kemarin ditutup kokoh 69,99 poin atau menguat 1,35% ke level 5.242,82.
Dilansir CNBC, Kamis (21/7/2016) pasar Asia terlihat bergerak variatif, meski bursa Jepang mencetak keuntungan cukup besar setelah pemerintah kabarnya sedang menyiapkan paket stimulus cukup besar. Nikkei Jepang tercatat mengalami kenaikan 128,33 poin atau 0,77% ke level 16.810,22, saat beberapa saham terdorong pelemahan yen.
Menurut sumber terdekat pemerintah Jepang seperti diberitakan Jepang Kyodo News bahwa pemerintah sedang menyusun paket stimulus mencapai 20 triliun yen untuk membantu perekonomian domestik dan menepis kemungkinan efek negatif dari Brexit (keputusan Inggris meninggalkan Uni Eropa).
Di sisi lain pasar saham Korea Selatan mengalami kejatuhan saat indeks Kospi ditutup berkurang 3,24 poin atau 0,16% di level 2.012,22. Sedangkan di daratan China hasil positif diperlihatkan indeka Hang Seng yang merangkak naik 118,01 poin atau 0,54% ke level 22.000,49 mengiringi penguatan indeks Shanghai bertambah 0,37% atau 11,11 poin ke level 3.039,01.
Sementara indeks Australia ASX 200 ditutup naik 23,67 poin atau 0,43% ke level 5.512,40. Adapun sektor saham dalam negeri hari ini mayoritas bergerak dalam tren negatif. Sektor dengan pelemahan terdalam dialami Infrastruktur yang turun 1,38% mengiringi kejatuhan sektor pertanian sebesar minus 1,22%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp7,21 triliun dengan 7,88 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp494,7 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp2,63 triliun dan aksi beli sebesar Rp3,13 triliun. Tercatat 118 saham menguat, 188 saham melemah dan 116 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) naik Rp2.075 menjadi Rp77,100, PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk. (MREI) bertambah Rp80 menjadi Rp4.830 dan PT Unggul Indah Cahaya Tbk. (UNIC) menguat Rp80 menjadi Rp1.440.
Saham-saham yang mengalami pelemahan pada penutupan hari ini di antaranya PT Astra International Tbk. (ASII) menyusut Rp75 menjadi Rp7.375, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) berkurang Rp75 menjadi Rp5.575 serta PT BISI International Tbk. (BISI) melemah Rp40 menjadi Rp1.770.
(akr)
Lihat Juga :