Verizon Semakin Dekat Beli Aset Inti Yahoo! Rp65 Triliun

Sabtu, 23 Juli 2016 - 07:15 WIB
Verizon Semakin Dekat...
Verizon Semakin Dekat Beli Aset Inti Yahoo! Rp65 Triliun
A A A
SAN FRANCISCO - Di bawah rezim CEO Marissa Mayer, Yahoo! mengalami masa-masa sulit, dimana perusahaan ini terjebak dalam masalah pendapatan yang terus menurun. Mereka menghabiskan ratusan juta dolar Amerika Serikat untuk membangun startups kecil dan besar. Tapi tanpa hits besar, hal itu semakin menggerus finansial mereka. Sejak awal tahun ini, mereka mengumumkan untuk menjual aset intinya.

Reuters, Jumat (22/7/2016) mengabarkan bahwa perusahaan telekomunikasi AS, Verizon Communications Inc., semakin dekat untuk mendapatkan Yahoo! Sumber terdekat masalah tersebut membisikkan Verizon telah melakukan penawaran akhir yang akan diterima pada pekan depan.

Yahoo! memandang Verizon sebagai pembeli yang dapat memberikan mereka nilai lebih. Sang sumber menambahkan, Yahoo! ingin memperoleh kesepakatan akhir untuk aset inti selambatnya akhir bulan Juli ini.

Sebuah keputusan akhir, kemungkinan disampaikan pada Senin atau Selasa. Verizon sendiri akan melaporkan labanya pekan depan, Selasa (26/7), sehingga ada pendapat, pengumuman pembelian dilakukan usai berita laba terbit.

Melansir Bloomberg, langkah Verizon meminang Yahoo! sudah mendekati kesepakatan. Bahkan Verizon yang awalnya menawarkan fulus sekitar USD3 miliar atau sekitar Rp39 triliun, kabarnya menaikkan mahar hingga sekira USD5 miliar ekuivalen Rp65 triliun (estimasi kurs Rp13.120/USD).

Pada perdagangan di NYSE, Jumat (22/7), saham Yahoo! naik 0,6% pada level USD39,09, sementara Verizon naik 1,3% menjadi USD56,09.

Bila kesepakatan ini tercapai, semakin meningkatkan bisnis internet AOL, perusahaan yang telah diakuisisi Verizon pada tahun lalu sebesar USD4,4 miliar. Ikhtiar pembelian ini akan semakin meningkatkan skala AOL dan menimbulkan tantangan bagi Facebook dan Google.

Penjualan tersebut juga akan menandai akhir dari beroperasinya Yahoo! Namun, perusahaan yang berdiri pada 1995 di Santa Clara, California, AS itu tidak akan melepas 35,5% sahamnya di Yahoo Jepang dan 15% sahamnya di perusahaan e-commerce China, Alibaba. Karena kedua saham itu mencapai USD37 miliar kapitalisasi pasar Yahoo!

Namun pejabat Verizon enggan berkomentar mengenai rencana pembelian aset inti Yahoo! “No comment untuk saat ini,” ujar Senior Vice President Brand and Communications AOL, Caroline Campbell kepada Bloomberg, Jumat (22/7/2016).

Sementara salah satu eksekutif AOL berucap singkat, “kami sedang mempersiapkan.” Bisa jadi AOL Verizon sedang mempersiapkan diri untuk masa depan bisnis ini, selain mempersiapkan masa depan karyawan barunya, inisiatif riset dan pengembangan, iklan dan banyak lagi.

Bila penawaran itu batal, ada beberapa pembeli potensial untuk Yahoo! TechCrunch.com menulis selama beberapa bulan terakhir, perusahaan telekomunikasi AT & T, perusahaan ekuitas swasta terbesar Texas Pacific Group, dan kelompok investor Quicken Loans yang dipimpin Dan Gilbert yang didukung oleh miliarder Warren Buffet, juga kepincut untuk membeli.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Yahoo Sebut 50.000 Data...
Yahoo Sebut 50.000 Data Pengguna FB dan IG Rawan Bocor
5 Search Engine Pengganti...
5 Search Engine Pengganti Google Jika Tak Ada di Indonesia
Gmail, Yahoo Mail, dan...
Gmail, Yahoo Mail, dan Aplikasi Google Lainnya Dikabarkan Sempat 'Mogok'
Lima Langkah Mudah Pindahkan...
Lima Langkah Mudah Pindahkan Foto dan Video di Facebook ke Google Photo
Batas Waktu Daftar PSE...
Batas Waktu Daftar PSE Akan Berakhir, Nasib Google dan Instagram di Ujung Tanduk
5 Mesin Pencari Pengganti...
5 Mesin Pencari Pengganti Google yang Sedang Naik Daun
Berita Terkini
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
27 menit yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
51 menit yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
57 menit yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
1 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
1 jam yang lalu
Klarifikasi Purbaya...
Klarifikasi Purbaya soal Isu Mundur: Sebagian Informasinya Betul, Sebagian Salah
1 jam yang lalu
Infografis
Penjualan Mobil Murah...
Penjualan Mobil Murah LCGC Anjlok, Daya Beli Kelas Menengah Terancam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved