Tax Amnesty Berjalan Mulus, Pertumbuhan Ekonomi Bisa Capai 5,3%

Senin, 25 Juli 2016 - 22:10 WIB
Tax Amnesty Berjalan...
Tax Amnesty Berjalan Mulus, Pertumbuhan Ekonomi Bisa Capai 5,3%
A A A
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo mengatakan, jika keberhasilan tax amnesty bisa dirasakan tahun ini, maka pertumbuhan ekonomi untuk akhir tahun diperkirakan akan mencapai 5,3%. Lanjut dia jika kembali dimaksimalkan lagi tahun depan, maka kemungkinan pertumbuhan ekonomi bakal tembus 5,6%.

Pemerintah sendiri berharap bahwa dalam 3 bulan pertama pelaksanaan kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty ini, dana repatriasi yang masuk akan maksimal sehingga membantu mendongkrak penerimaan negara.

"Kalau tax amnesty dimasukkan dalam APBN tahun 2016 ini pertumbuhan ekonomi bisa naik dari 5,09% mungkin menjadi kisaran 5,3%. Kalau dimasukkan untuk tahun depan, kemungkinan bisa mencapai 5,6%," kata dia di gedung DPR Jakarta, Senin (25/7/2016).

(Baca Juga: Tax Amnesty Bisa untuk Kejar Ketertinggalan Infrastruktur)

Dia menambahkan ini merupakan kombinasi dari kebijakan reformasi di sektor riil oleh pemerintah, dan ditambah APBN-P yang sudah disetujui serta ditambah pengampunan pajak yang sudah disahkan menjadi Undang-undang (UU). "Jadi, kita harus bekerja keras menindaklanjuti komitmen-komitmen yang ada saat ini. Agar semuanya bisa dicapai dengan maksimal," lanjutnya.

Agus berharap dampak tax amnesty bisa langsung terasa, tertutama di sektor rill agar roda perekonomian bisa berjalan dengan baik meskipun ekonomi dunia masih penuh dengan ketidakpastian.

"Kalau tax amnesty, kita harapannya bisa langsung terasa utamanya untuk pembangunan di sektor rill yang bisa membantu mendorong perekonomian kita menjadi lebih baik lagi," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KPK: Ruangan Gubernur...
KPK: Ruangan Gubernur BI Turut Digeledah, Ada 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR
Layanan BI-Fast Error,...
Layanan BI-Fast Error, Nasabah CIMB Niaga, BSI, BCA, hingga BNI Mengeluh di Media Sosial
Dongkrak Penerimaan...
Dongkrak Penerimaan Pajak, Sri Mulyani Diminta 'Eksplorasi' Data Pengampunan Pajak 2016
Dugaan Korupsi Dana...
Dugaan Korupsi Dana CSR Bank Indonesia, BI Kooperatif dengan KPK
Perry Warjiyo Kembali...
Perry Warjiyo Kembali Terpilih jadi Gubernur BI Periode 2023-2028
Bank Indonesia Sebut...
Bank Indonesia Sebut Pemilihan Deputi Gubernur BI Melalui Sistem Meritokrasi
Berita Terkini
RANS Resmi Jadi Perusahaan...
RANS Resmi Jadi Perusahaan Terbuka, Investor Sambut Positif Debut di Bursa
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
3 jam yang lalu
Easycash, OJK dan AFTECH...
Easycash, OJK dan AFTECH Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Bali
3 jam yang lalu
IHSG Sepekan Naik 0,83%,...
IHSG Sepekan Naik 0,83%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
4 jam yang lalu
Promo Spesial BRI Kartu...
Promo Spesial BRI Kartu Kredit: Jalan-Jalan Lebih Hemat Rp125.000 di tiket.com!
4 jam yang lalu
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
4 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved