IHSG Balik Menguat ke Zona Hijau Saat Bursa Jepang Tertekan
Selasa, 26 Juli 2016 - 16:45 WIB
IHSG Balik Menguat ke Zona Hijau Saat Bursa Jepang Tertekan
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini ditutup balik menguat ke zona hijau, setelah pada sesi siang sempat terjerumus ke zona merah. Bursa saham Tanah Air berakhir bertambah 3,59 poin atau 0,07% ke level 5.224,40 di tengah perbaikan mayoritas bursa utama Asia.
Pada pembukaan perdagangan tadi pagi IHSG berkurang 2,54 poin atau 0,05% ke level 5.218,26 dan pada sesi siang bergerak melemah dengan penurunan sebesar 5,81 poin atau 0,11% ke level 5.214,99. Sementara, pada perdagangan kemarin ditutup menguat 23,55 poin atau 0,45% ke level 5.220,80.
Dilansir CNBC, Selasa (26/7/2016) pasar saham Jepang masih sulit bangkit saat kebayakan bursa saham Asia mencetak keuntungan. Tekanan kepada bursa Jepang terjadi saat yen menguat saat pemerintah dikabarkan tengah menyiapkan stimulus lanjutan.
Indeks Nikkei Jepang 225 ditutup berkurang 237,25 poin atau 1,43% ke level 16.383,04, sementara di seberang selat Korea, indeks Kospi naik 15,02 poin atau 0,75% di posisi 2.027,34. Penguatan juga terjadi pada indeks Hang Seng dengan tambahan 136,29 atau 0,62% ke level 22.129,73 mengiringi indeks Shanghai naik 1,14%.
Sektor saham dalam negeri hampir semuanya berada di zona positif. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah sektor infrastruktur yang naik 1,23% dan sektor yang melemah cukup dalam yakni sektor pertanian dengan penurunan sebesar 1,44%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp6,39 triliun dengan 6,35 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp378,6 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp2,20 triliun dan aksi beli sebesar Rp2,58 triliun. Tercatat 145 saham menguat, 177 saham melemah dan 96 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat di antaranya PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) naik Rp250 menjadi Rp7.650, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGAS) bertambah Rp140 menjadi Rp3.110 dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) melonjak Rp50 menjadi Rp5.225.
Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp4.000 atau 5,3% menjadi Rp71.000, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) menyusut Rp400 menjadi Rp39.400 dan PT Summary of Siantar Top Tbk. (STTP) berkurang Rp420 menjadi Rp3.880.
Pada pembukaan perdagangan tadi pagi IHSG berkurang 2,54 poin atau 0,05% ke level 5.218,26 dan pada sesi siang bergerak melemah dengan penurunan sebesar 5,81 poin atau 0,11% ke level 5.214,99. Sementara, pada perdagangan kemarin ditutup menguat 23,55 poin atau 0,45% ke level 5.220,80.
Dilansir CNBC, Selasa (26/7/2016) pasar saham Jepang masih sulit bangkit saat kebayakan bursa saham Asia mencetak keuntungan. Tekanan kepada bursa Jepang terjadi saat yen menguat saat pemerintah dikabarkan tengah menyiapkan stimulus lanjutan.
Indeks Nikkei Jepang 225 ditutup berkurang 237,25 poin atau 1,43% ke level 16.383,04, sementara di seberang selat Korea, indeks Kospi naik 15,02 poin atau 0,75% di posisi 2.027,34. Penguatan juga terjadi pada indeks Hang Seng dengan tambahan 136,29 atau 0,62% ke level 22.129,73 mengiringi indeks Shanghai naik 1,14%.
Sektor saham dalam negeri hampir semuanya berada di zona positif. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah sektor infrastruktur yang naik 1,23% dan sektor yang melemah cukup dalam yakni sektor pertanian dengan penurunan sebesar 1,44%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp6,39 triliun dengan 6,35 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp378,6 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp2,20 triliun dan aksi beli sebesar Rp2,58 triliun. Tercatat 145 saham menguat, 177 saham melemah dan 96 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat di antaranya PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) naik Rp250 menjadi Rp7.650, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGAS) bertambah Rp140 menjadi Rp3.110 dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) melonjak Rp50 menjadi Rp5.225.
Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp4.000 atau 5,3% menjadi Rp71.000, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) menyusut Rp400 menjadi Rp39.400 dan PT Summary of Siantar Top Tbk. (STTP) berkurang Rp420 menjadi Rp3.880.
(akr)
Lihat Juga :