Menteri Susi: Reshuffle Bukan Akhir dari Dunia
Selasa, 26 Juli 2016 - 16:57 WIB
Menteri Susi: Reshuffle Bukan Akhir dari Dunia
A
A
A
JAKARTA - Isu perombakan (reshuffle) di kabinet pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) kembali merebak. Bahkan, pekan ini Presiden Jokowi melarang seluruh menteri untuk melakukan kunjungan kerja ke luar Jakarta.
Menanggapi hal itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan bahwa menteri adalah jabatan politis yang waktunya sangat tergantung dengan Presiden Jokowi. Kendati demikian, Susi tak terlalu memikirkan mengenai rumor tersebut.
Baginya, reshuffle bukanlah akhir dari dunia ini. Terpenting saat ini adalah menunjukkan kinerja sebaik mungkin. "Jabatan menteri itu sangat politis dan sangat tergantung pada Pak Presiden kita. Ya kita bekerja as best as we can. Kalau masih tidak terpakai dipecat ya biasa, it's not the end of the world," katanya di Gedung KKP, Jakarta, Selasa (26/7/2016).
Menurut Susi, perombakan kabinet sepenuhnya hak Presiden Jokowi. Sebagai atasan, mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun berhak melakukan evaluasi terhadap kinerja para pembantunya.
"Kalau orang bekerja, Pak Presiden kan punya pembantu, stafnya ya kita-kita. Tentunya ya akan dievaluasi, kalau enggak bisa kerja ya akan diganti," ungkap dia santai.
Sementara terkait larangan para menteri untuk meninggalkan Ibu Kota pekan ini, mantan Bos Susi Air ini meyakini bahwa hal tersebut tidaklah berkaitan dengan isu perombakan kabinet. Larangan tersebut lantaran akan diadakan sidang kabinet paripurna yang harus dihadiri seluruh menteri.
"Masa karena enggak boleh (keluar kota). Itu biasa karena mau paripurna. Yang di luar negeri saja disuruh pulang. Jadi biasa," tandasnya. (Baca: Restu Menteri Susi soal Reklamasi Teluk Benoa Tergantung Amdal)
Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno membenarkan adanya arahan Presiden Jokowi, agar para menteri Kabinet Kerja tidak meninggalkan Jakarta dalam pekan ini.
Pratikno mengklaim, alasan Presiden meminta agar para pembantunya tetap berada di Jakarta karena akan dilaksanakan sidang kabinet paripurna.
"Jadi memang ada rencana pada minggu ini kami akan ada sidang kabinet paripurna dan seperti biasa Pak Presiden mengharapkan semua menteri untuk hadir," kata Pratikno di Kantornya, Jakarta, Senin (25/7/2016).
Pratikno mengatakan, soal imbauan menteri tidak meninggalkan Jakarta diakui dari dirinya berdasarkan arahan Presiden. Menurutnya, sidang pleno sekaligus sidang paripurna akan dibahas berbagai hal menyangkut program dan kebijakan yang sudah dijalankan para menteri.
Menanggapi hal itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan bahwa menteri adalah jabatan politis yang waktunya sangat tergantung dengan Presiden Jokowi. Kendati demikian, Susi tak terlalu memikirkan mengenai rumor tersebut.
Baginya, reshuffle bukanlah akhir dari dunia ini. Terpenting saat ini adalah menunjukkan kinerja sebaik mungkin. "Jabatan menteri itu sangat politis dan sangat tergantung pada Pak Presiden kita. Ya kita bekerja as best as we can. Kalau masih tidak terpakai dipecat ya biasa, it's not the end of the world," katanya di Gedung KKP, Jakarta, Selasa (26/7/2016).
Menurut Susi, perombakan kabinet sepenuhnya hak Presiden Jokowi. Sebagai atasan, mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun berhak melakukan evaluasi terhadap kinerja para pembantunya.
"Kalau orang bekerja, Pak Presiden kan punya pembantu, stafnya ya kita-kita. Tentunya ya akan dievaluasi, kalau enggak bisa kerja ya akan diganti," ungkap dia santai.
Sementara terkait larangan para menteri untuk meninggalkan Ibu Kota pekan ini, mantan Bos Susi Air ini meyakini bahwa hal tersebut tidaklah berkaitan dengan isu perombakan kabinet. Larangan tersebut lantaran akan diadakan sidang kabinet paripurna yang harus dihadiri seluruh menteri.
"Masa karena enggak boleh (keluar kota). Itu biasa karena mau paripurna. Yang di luar negeri saja disuruh pulang. Jadi biasa," tandasnya. (Baca: Restu Menteri Susi soal Reklamasi Teluk Benoa Tergantung Amdal)
Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno membenarkan adanya arahan Presiden Jokowi, agar para menteri Kabinet Kerja tidak meninggalkan Jakarta dalam pekan ini.
Pratikno mengklaim, alasan Presiden meminta agar para pembantunya tetap berada di Jakarta karena akan dilaksanakan sidang kabinet paripurna.
"Jadi memang ada rencana pada minggu ini kami akan ada sidang kabinet paripurna dan seperti biasa Pak Presiden mengharapkan semua menteri untuk hadir," kata Pratikno di Kantornya, Jakarta, Senin (25/7/2016).
Pratikno mengatakan, soal imbauan menteri tidak meninggalkan Jakarta diakui dari dirinya berdasarkan arahan Presiden. Menurutnya, sidang pleno sekaligus sidang paripurna akan dibahas berbagai hal menyangkut program dan kebijakan yang sudah dijalankan para menteri.
(ven)
Lihat Juga :