Rupiah Ditutup Tak Berdaya di Tengah Kejayaan Yen
Selasa, 26 Juli 2016 - 17:13 WIB
Rupiah Ditutup Tak Berdaya di Tengah Kejayaan Yen
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini berakhir semakin tidak berdaya. Kondisi pelemaha rupiah sore ini terjadi di tengah kejayaan Yen Jepang terhadap euro dan beberapa mata uang utama lainnya serta USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg sore ini berada pada level Rp13.175/USD atau melemah jika dibanding penutupan awal pekan kemarin di posisi Rp13.142/USD. Pergerakan mata uang Garuda hari ini berada pada kisaran harian Rp13.125-Rp13.184/USD.
Menurut data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah berakhir berada di posisi Rp13.165/USD atau tidak lebih baik dari penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.140/USD dengan penurunan sebesar 25 poin.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah hari ini berakhir semakin tidak berdaya ke level Rp13.160/USD dengan kisaran harian Rp13.119-Rp13.169/USD. Posisi rupiah terlihat menyusut dari penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.135/USD.
Di sisi lain, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada level Rp13.150/USD. Posisi ini tercatat memburuk dari posisi kemarin di level Rp13.135/USD.
Dilansir Reuters, Selasa (26/7/2016) Yen naik ke posisi tertinggi dalam dua pekan terhadap euro dan bertambah lebih dari 1% terhadap USD. Hal ini diyakini saat pelaku pasar berharap munculnya stimulus dari pemerintah Jepang untuk menyuntikkan dana kepada perekonomian dalam negeri mereka yang sedang sakit.
Sebagian besar ekonomi yang telah disurvei oleh Reuters mengharapkan Bank of Japan (BOJ) memperluas pembelian aset dan melakukan stimulus fiskal. "Kita juga melihat ada banyak tekanan dari pemerintah Jepang kepada BOJ dan semuan ini telah membantu yen," ucap Strategi Mata Uang Nomura Yujiro Goto.
Tercatat USD meluncur sebesar 1,7% melawan yen ke posisi 103.995 atau menjadi yang terendah sejak 14 Juli. Sedangkan euro tergelincir 1,5% ke level 114,465 terhadap yen atau menjadi yang terburuk sejak 12 Juli.
Di sisi lain poundsterling membaik sekitar 2% melawan yen atau bangkit usai terperosok ke posisi terendah dalam dua pekan terhadap euro. Pounds mengalami pelemahan 0,5% melawan USD untuk berada di posisi 1.3080. Sedangkan indeks USD terhadap enam mata uang utama mengalami penyusutan 0,3% menjadi 97.003.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg sore ini berada pada level Rp13.175/USD atau melemah jika dibanding penutupan awal pekan kemarin di posisi Rp13.142/USD. Pergerakan mata uang Garuda hari ini berada pada kisaran harian Rp13.125-Rp13.184/USD.
Menurut data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah berakhir berada di posisi Rp13.165/USD atau tidak lebih baik dari penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.140/USD dengan penurunan sebesar 25 poin.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah hari ini berakhir semakin tidak berdaya ke level Rp13.160/USD dengan kisaran harian Rp13.119-Rp13.169/USD. Posisi rupiah terlihat menyusut dari penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.135/USD.
Di sisi lain, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada level Rp13.150/USD. Posisi ini tercatat memburuk dari posisi kemarin di level Rp13.135/USD.
Dilansir Reuters, Selasa (26/7/2016) Yen naik ke posisi tertinggi dalam dua pekan terhadap euro dan bertambah lebih dari 1% terhadap USD. Hal ini diyakini saat pelaku pasar berharap munculnya stimulus dari pemerintah Jepang untuk menyuntikkan dana kepada perekonomian dalam negeri mereka yang sedang sakit.
Sebagian besar ekonomi yang telah disurvei oleh Reuters mengharapkan Bank of Japan (BOJ) memperluas pembelian aset dan melakukan stimulus fiskal. "Kita juga melihat ada banyak tekanan dari pemerintah Jepang kepada BOJ dan semuan ini telah membantu yen," ucap Strategi Mata Uang Nomura Yujiro Goto.
Tercatat USD meluncur sebesar 1,7% melawan yen ke posisi 103.995 atau menjadi yang terendah sejak 14 Juli. Sedangkan euro tergelincir 1,5% ke level 114,465 terhadap yen atau menjadi yang terburuk sejak 12 Juli.
Di sisi lain poundsterling membaik sekitar 2% melawan yen atau bangkit usai terperosok ke posisi terendah dalam dua pekan terhadap euro. Pounds mengalami pelemahan 0,5% melawan USD untuk berada di posisi 1.3080. Sedangkan indeks USD terhadap enam mata uang utama mengalami penyusutan 0,3% menjadi 97.003.
(akr)