IHSG Menguat ke Level 5.260 di Tengah Isu Reshuffle
Rabu, 27 Juli 2016 - 10:21 WIB
IHSG Menguat ke Level 5.260 di Tengah Isu Reshuffle
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pembukaan hari ini menguat di tengah isu reshuffle yang semakin kencang berhembus. Beberapa nama disebut-sebut akan menjadi korban pergantian di antaranya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said dan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli.
Merespons isu perombakan kabinet pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK), bursa saham Tanah Air menguat 36,13 poin atau 0,69% ke level 5.260.52. Sementara pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup bertambah 3,59 poin atau 0,07% ke level 5.224,40 di tengah perbaikan mayoritas bursa utama Asia.
Dilansir Reuters, Rabu (27/7/2016) pasar saham Asia terlihat positif ketika pasar AS dan Eropa cenderung berhati-hati menanti kebijakan The Fed. Indeks MSCI untuk saham Asia-Pasifik di luar Jepang mengalami kenaikan tipis 0,1%.
Di sisi lain indeks Nikkei Jepang juga bertambah 227,15 poin atau 1,39% ke level 16.610,19 setelah kemarin sempat terperosok. Penguatan juga terjadi pada pasar saham Australia 0,3% sedangkan indeks Kospi Korea Selatan cenderung mendatar.
Indeks Hang Seng juga tercatat naik 87,81 poin atau 0,40% ke level 22.217,54 mengiringi indeks Shanghai yang membaik dengan penambahan 0,01% atau 0,27 poin ke posisi 3.050,44. Kenaikan mayoritas pasar saham Asia terjadi saat investor fokus menanti hasil pertemuan dua hari The Fed.
"Diyakini akan terjadi kegugupan saat adanya perbaikan di sektor ketenagakerjaan, konsumsi dan ketahanan pasar modal setelah referendum Brexit yang menghasilkan keluarnya Inggris dari Uni Eropa (UE). Belum lama ini pasar saham China menyebabkan timbulkan kekhawatiran banyak kalangan investor," terang Kepala Strategi Brown Brothers Harriman Marc Chandler.
Sektor saham dalam negeri semuanya berada di zona positif. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah sektor keuangan yang naik 2,18% mengiringi sektor industri dasar yang bertambah 1,42%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,25 triliun dengan 1,30 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp36,1 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp786,3 miliar dan aksi beli sebesar Rp822,4 miliar.
Tercatat 199 saham menguat, 65 saham melemah dan 82 saham stagnan. Adapun saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) bertambah Rp500 menjadi Rp71.500, PT PT Mayora Indah Tbk (MYOR) naik Rp200 menjadi Rp39.600 dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) melonjak Rp150 menjadi Rp5.375.
Saham-saham yang melemah di antaranya PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) menyusut Rp40 menjadi Rp560, PT XL Axiata Tbk. (EXCL) turun Rp40 menjadi Rp3.670 dan PT H.M. Sampoerna Tbk. (HMSP) berkurang Rp40 menjadi Rp4.020.
Merespons isu perombakan kabinet pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK), bursa saham Tanah Air menguat 36,13 poin atau 0,69% ke level 5.260.52. Sementara pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup bertambah 3,59 poin atau 0,07% ke level 5.224,40 di tengah perbaikan mayoritas bursa utama Asia.
Dilansir Reuters, Rabu (27/7/2016) pasar saham Asia terlihat positif ketika pasar AS dan Eropa cenderung berhati-hati menanti kebijakan The Fed. Indeks MSCI untuk saham Asia-Pasifik di luar Jepang mengalami kenaikan tipis 0,1%.
Di sisi lain indeks Nikkei Jepang juga bertambah 227,15 poin atau 1,39% ke level 16.610,19 setelah kemarin sempat terperosok. Penguatan juga terjadi pada pasar saham Australia 0,3% sedangkan indeks Kospi Korea Selatan cenderung mendatar.
Indeks Hang Seng juga tercatat naik 87,81 poin atau 0,40% ke level 22.217,54 mengiringi indeks Shanghai yang membaik dengan penambahan 0,01% atau 0,27 poin ke posisi 3.050,44. Kenaikan mayoritas pasar saham Asia terjadi saat investor fokus menanti hasil pertemuan dua hari The Fed.
"Diyakini akan terjadi kegugupan saat adanya perbaikan di sektor ketenagakerjaan, konsumsi dan ketahanan pasar modal setelah referendum Brexit yang menghasilkan keluarnya Inggris dari Uni Eropa (UE). Belum lama ini pasar saham China menyebabkan timbulkan kekhawatiran banyak kalangan investor," terang Kepala Strategi Brown Brothers Harriman Marc Chandler.
Sektor saham dalam negeri semuanya berada di zona positif. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah sektor keuangan yang naik 2,18% mengiringi sektor industri dasar yang bertambah 1,42%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,25 triliun dengan 1,30 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp36,1 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp786,3 miliar dan aksi beli sebesar Rp822,4 miliar.
Tercatat 199 saham menguat, 65 saham melemah dan 82 saham stagnan. Adapun saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) bertambah Rp500 menjadi Rp71.500, PT PT Mayora Indah Tbk (MYOR) naik Rp200 menjadi Rp39.600 dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) melonjak Rp150 menjadi Rp5.375.
Saham-saham yang melemah di antaranya PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) menyusut Rp40 menjadi Rp560, PT XL Axiata Tbk. (EXCL) turun Rp40 menjadi Rp3.670 dan PT H.M. Sampoerna Tbk. (HMSP) berkurang Rp40 menjadi Rp4.020.
(akr)
Lihat Juga :