IHSG Ditutup Jaga Tren Positif, Bursa Jepang Melompat
Rabu, 27 Juli 2016 - 16:37 WIB
IHSG Ditutup Jaga Tren Positif, Bursa Jepang Melompat
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini ditutup menguat, untuk menjaga tren positif sejak sesi pagi. Bursa saham Tanah Air berakhir bertambah 49,97 poin atau 0,96% ke level 5.274,36 saat bursa Jepang melompat cukup tinggi di tengah variatifnya (mixed) pasar saham Asia.
Pada pembukaan perdagangan tadi pagi IHSG menguat 36,13 poin atau 0,69% ke level 5.260.52 dan pada sesi siang semakin menguat 60,48 poin atau 1,16% ke level 5.284.87. Sementara, pada perdagangan kemarin ditutup naik 3,59 poin atau 0,07% ke level 5.224,40.
Dilansir CNBC, Rabu (27/7/2016) indeks Nikkei Jepang melompat hingga 1,72% atau 281,78 poin ke level 16.664,82 saat media Jepang menerangkan Perdana Menteri (PM) Shinzo Abe telah mengeluarkan instruksi paket stimulus lebih dari USD265 miliar untuk menopang ekonomi Jepang yang tengah lesu. Paket stimulus setara dengan 28 triliun yen tersebut melebihi perkiraan awal sekitar 20 triliun yen.
Sementara di seberang Selat Korea, indeks Kospi tercatat mengalami penurunan sebesar 2,29 poin atau 0,11% ke level 2.025,05. Pada daratan China berakhir variatif saat indeks Shanghai kehilangan 58,17 poin atau 1,91% ke posisi 2.992,00 saat indeks Hang Seng justru bertambah 89,26 poin atau 0,40% ke level 22.218,99.
Di Australia, indeks ASX 200 naik mencapai 0,23% dipimpin sektor material dengan penguatan sebesar 2,47%. Saham perusahaan tambang besar seperti Rio Tinto memperlihatkan lonjakan 2,49%, Fortescue lebih tinggi 7,77% saat BHP Billiton mendaki 4,21%.
Analis memperkirakan pasar sedang gelisah saat The Fed atau Bank Sentral Amerika Serikat (AS) tengah menggelar pertemuan selama dua hari guna membahas keputusan seputar kebijakan moneter. "Rally di pasar modal telah terhenti, sementara penguatan USD memperkuat sinyal Fed menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang," kata analis DBS Bank di Singapura.
Sektor saham dalam negeri hampir semuanya berada di zona positif. Sektor dengan penguatan tertinggi dicetak industri dasar lewat kenaikan sebesar 2.47%, sedangkan sektor dengan pelemahan cukup dalam terjadi pada aneka industri 0,66%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp10,12 triliun dengan 5,94 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp632,2 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp3,87 triliun dan aksi beli Asing sebesar Rp4,50 triliun. Tercatat 218 saham menguat, 116 saham melemah dan 98 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat di antaranya PT Mayora Indah Tbk (MYOR) naik Rp400 menjadi Rp39.800, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk ( BJBR) bertambah Rp135 menjadi Rp1.415 dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGAS) melonjak Rp130 menjadi Rp3.240.
Sedangkan saham-saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp1.800 menjadi Rp69.200, PT Asahimas Flat Glass Tbk. (AMFG) menyusut Rp200 menjadi Rp6.900 serta PT Astra International Tbk (ASII) berkurang Rp75 menjadi Rp7.375.
Pada pembukaan perdagangan tadi pagi IHSG menguat 36,13 poin atau 0,69% ke level 5.260.52 dan pada sesi siang semakin menguat 60,48 poin atau 1,16% ke level 5.284.87. Sementara, pada perdagangan kemarin ditutup naik 3,59 poin atau 0,07% ke level 5.224,40.
Dilansir CNBC, Rabu (27/7/2016) indeks Nikkei Jepang melompat hingga 1,72% atau 281,78 poin ke level 16.664,82 saat media Jepang menerangkan Perdana Menteri (PM) Shinzo Abe telah mengeluarkan instruksi paket stimulus lebih dari USD265 miliar untuk menopang ekonomi Jepang yang tengah lesu. Paket stimulus setara dengan 28 triliun yen tersebut melebihi perkiraan awal sekitar 20 triliun yen.
Sementara di seberang Selat Korea, indeks Kospi tercatat mengalami penurunan sebesar 2,29 poin atau 0,11% ke level 2.025,05. Pada daratan China berakhir variatif saat indeks Shanghai kehilangan 58,17 poin atau 1,91% ke posisi 2.992,00 saat indeks Hang Seng justru bertambah 89,26 poin atau 0,40% ke level 22.218,99.
Di Australia, indeks ASX 200 naik mencapai 0,23% dipimpin sektor material dengan penguatan sebesar 2,47%. Saham perusahaan tambang besar seperti Rio Tinto memperlihatkan lonjakan 2,49%, Fortescue lebih tinggi 7,77% saat BHP Billiton mendaki 4,21%.
Analis memperkirakan pasar sedang gelisah saat The Fed atau Bank Sentral Amerika Serikat (AS) tengah menggelar pertemuan selama dua hari guna membahas keputusan seputar kebijakan moneter. "Rally di pasar modal telah terhenti, sementara penguatan USD memperkuat sinyal Fed menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang," kata analis DBS Bank di Singapura.
Sektor saham dalam negeri hampir semuanya berada di zona positif. Sektor dengan penguatan tertinggi dicetak industri dasar lewat kenaikan sebesar 2.47%, sedangkan sektor dengan pelemahan cukup dalam terjadi pada aneka industri 0,66%.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp10,12 triliun dengan 5,94 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp632,2 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp3,87 triliun dan aksi beli Asing sebesar Rp4,50 triliun. Tercatat 218 saham menguat, 116 saham melemah dan 98 saham stagnan.
Adapun saham-saham yang menguat di antaranya PT Mayora Indah Tbk (MYOR) naik Rp400 menjadi Rp39.800, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk ( BJBR) bertambah Rp135 menjadi Rp1.415 dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGAS) melonjak Rp130 menjadi Rp3.240.
Sedangkan saham-saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp1.800 menjadi Rp69.200, PT Asahimas Flat Glass Tbk. (AMFG) menyusut Rp200 menjadi Rp6.900 serta PT Astra International Tbk (ASII) berkurang Rp75 menjadi Rp7.375.
(akr)
Lihat Juga :