Dua Kali Geser Posisi, Sofyan Djalil: Saya Hanya Prajurit

Rabu, 27 Juli 2016 - 16:55 WIB
Dua Kali Geser Posisi,...
Dua Kali Geser Posisi, Sofyan Djalil: Saya Hanya Prajurit
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini mengumumkan perombakan (reshuffle) Kabinet Kerja jilid II. Sofyan Djalil yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional menjadi salah satu menteri yang terkena perombakan tersebut.

Pria asal Aceh ini sekarang ditempatkan menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR), menggantikan Ferry Mursyidan Baldan yang didepak Jokowi dari kabinet. Terhitung, Sofyan telah dua kali mengalami pergeseran posisi setelah pada perombakan kabinet jilid I, dia yang saat itu menjabat sebagai Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian digeser menjadi Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Bappenas.

Menanggapi hal itu, mantan Menteri Komunikasi dan Informatika era Kabinet Indonesia Bersatu I (SBY) ini santai menjawab. Alumnus Tufts University, Massachusetts, AS, ini menyebut dirinya hanyalah seorang prajurit yang harus siap ditugaskan dimanapun. Dia pun tak masalah jika harus mengalami dua kali pergeseran posisi asalkan dapat menciptakan nilai tambah dimanapun diposisikan.

"‎Ada istilah tentara, saya prajurit, dimanapun saya ditugaskan saya laksanakan, yang terpenting bagaimana meciptakan nilai tambah dimanapun kita ditugaskan. Itu. Nanti kita ngobrol‎‎," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (27/7/2016).

Menjadi Menteri Agraria, Sofyan mengaku akan segera mempercepat reformasi agraria. Menurutnya, apapun yang bagus dan telah diletakkan dasarnya oleh Menteri Agraria sebelumnya akan tetap dilanjutkan dan yang kurang cepat akan segera dipercepat. (Baca: Ini Latar Belakang Pemilihan Menteri Ekonomi Baru)

"‎Pokoknya apa yang sudah bagus yang sudah diletakkan dasar oleh Pak Ferry, kita lanjutkan, mana yang kurang cepat kita percepat. Yang paling penting adalah reformasi agraria," imbuh dia.

Mantan Menko bidang Perekonomian ini mengaku akan memberikan sertifikat tanah sebanyak mungkin kepada masyarakat. Sebab, hal tersebut dapat menjadi aset ekonomi yang produktif. Karena selama ini, banyak masyarakat yang kesulitan mengakses ke perbankan lantaran tidak memiliki sertifikat atas tanah ataupun properti mereka.

"Oleh karena itu, program sertifikasi secara lebih luas akan kita percepat. Target Presiden beberapa juta hektar bisa kita bagikan kpada masyarakat sebagai aset ekonomi," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementerian ATR Pertanyakan...
Kementerian ATR Pertanyakan Penuntut Tidak Masukkan Hasil Investigasi Kasus Tanah
Diduga Lalai Awasi Tugas...
Diduga Lalai Awasi Tugas Kementerian ATR, Menteri Sofyan Djalil Digugat
Pendaftaran STPN 2024,...
Pendaftaran STPN 2024, Sekolah Kedinasan Milik Kementerian ATR/BPN Dibuka
Terdakwa Kecewa Hakim...
Terdakwa Kecewa Hakim PN Jaktim Tolak Dengarkan Saksi Ahli Kementerian ATR
Serahkan Sertifikat...
Serahkan Sertifikat Yayasan Syekh Kholil, Wamen ATR/BPN: Komitmen Lindungi Aset Ulama
Realisasi Anggaran Kementerian...
Realisasi Anggaran Kementerian ATR/BPN Capai 93,61% di 2022
Berita Terkini
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Ekonomi Sirkular melalui Program Pengelolaan Sampah dan Limbah Berkelanjutan
14 menit yang lalu
Ekonom Sarankan PT DSI...
Ekonom Sarankan PT DSI Jadi Pengawas Ekspor SDA, Bukan Eksportir Tunggal
20 menit yang lalu
Rekor Terburuk Lagi,...
Rekor Terburuk Lagi, Rupiah Tembus Rp18.187 per Dolar AS Sore Ini
34 menit yang lalu
PT DSI Jadi Perantara...
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
2 jam yang lalu
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
3 jam yang lalu
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
4 jam yang lalu
Infografis
10 Masakan Terbaik di...
10 Masakan Terbaik di Dunia, Makanan Indonesia Posisi 7
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved