Rupiah Dibuka Terapresiasi, USD Terpeleset Fed

Kamis, 28 Juli 2016 - 10:37 WIB
Rupiah Dibuka Terapresiasi,...
Rupiah Dibuka Terapresiasi, USD Terpeleset Fed
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka kembali terapresiasi setelah kemarin ditutup berada di jalur hijau. Rupiah menguat pada saat USD terpeleset setelah The Fed atau Bank Sentral AS belum akan menaikkan suku bunga acuan (Fed rate).

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi dibuka positif pada level Rp13.113/USDD. Posisi ini tercatat lebih baik dari posisi sebelumnya di level Rp13.130/USD.

Sementara menurut data Bloomberg, rupiah mengawali hari ini di posisi Rp13.068/USD dengan kisaran harian Rp13.068-Rp13.121/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah menguat dibanding penutupan kemarin di level Rp13.137/USD dan pada pukul 10.18 WIB rupiah tertekan menjadi Rp13.118/USD.

Posisi rupiah terhadap USD berdasarkan data Yahoo Finance dibuka pada level Rp13.135/USD atau stagnan dibanding penutupan kemarin di level yang sama. Namun, pada pukul 10.16 WIB rupiah tercatat menguat ke level Rp13.083/USD dengan kisaran harian Rp13.063-Rp13.135/USD.

Seperti dikutip dari Reuters, Kamis (28/7/2016) USD balik melemah saat Fed tidak mengubah suku bunga acuan, sedangkan yen meningkat saat Bank of Japan (BOJ) belum memberikan stimulus pekan ini. Petinggi Fed mengatakan setelah menggelar pertemuan selama dua hari, diyakini kekhawatiran terkait guncangan ekonomi AS semakin mereda. "Risiko jangka pendek ke outlook ekonomi telah berkurang," tegas petinggi Fed.

Indeks USD terhadap enam mata uang utama tercatat berdiri kokoh pada posisi 96.591, meski masih di bawah saat berada ke level 97.569 awal pekan ini. Sedangkan euro lebih tinggi 0,1% terhadap USD menjadi 1.1070 saat yen berlindung dengan aman jelang pertemuan BOJ.

Di sisi lain USD tergelincir 0,5% ke level 104,91 terhadap yen diikuti euro yang juga lebih rendah melawan yen sebesar 0,5% ke level 116,16. Kenaikan justru dialami dolar Australia 0,4% terhadap USD, setelah kehilangan cukup besar dalam sesi sebelumnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
16 menit yang lalu
BULOG dan Komisi IV...
BULOG dan Komisi IV DPR Perkuat Sinergi Dukung Kesejahteraan Petani di Klaten
44 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Percepat Distribusi Pertalite 19 SPBU di Bogor
1 jam yang lalu
Rombak Aturan, Purbaya...
Rombak Aturan, Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor Senjata hingga Anjing Pelacak
1 jam yang lalu
Usai Hengkang dari OPEC,...
Usai Hengkang dari OPEC, Produksi Minyak UEA Cetak Rekor Tembus 4,1 Juta Barel per Hari
2 jam yang lalu
Sinergi BSI dan BPJS...
Sinergi BSI dan BPJS Ketenagakerjaan, Hadirkan KPR Syariah 30 Tahun untuk Jutaan Pekerja
11 jam yang lalu
Infografis
Resmi Dibuka, Ini Formasi...
Resmi Dibuka, Ini Formasi Sekolah Kedinasan 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved