Rupiah Awal Pekan Dibuka Perkasa Iringi Membaiknya USD
Senin, 01 Agustus 2016 - 10:38 WIB
Rupiah Awal Pekan Dibuka Perkasa Iringi Membaiknya USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan awal pekan hari ini dibuka perkasa melanjutkan tren positif akhir pekan kemarin saat mencoba meninggalkan kisaran level Rp13.000/USD. Membaiknya mata uang Garuda terjadi saat USD mulai membaik setelah ke level terendah mengikuti angka-angka pertumbuhan AS yang mengecewakan.
(Baca Juga: Rupiah Berakhir Coba Tinggalkan Level Rp13.000/USD)
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka untuk mengawali bulan Agustus ini di level Rp13.080/USD. Posisi ini rupiah tercatat lebih baik dari posisi sebelumnya di level Rp13.094/USD dengan kenaikan tipis sebesar 14 poin.
Sementara menurut data Bloomberg, rupiah awal pekan mengawali hari pada posisi Rp13.049/USD pagi ini dengan kisaran harian Rp13.048-Rp13.092/USD. Rupiah tercatat memperlihatkan perbaikan dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.112/USD.
Posisi rupiah terhadap USD berdasarkan data Yahoo Finance bergerak stagnan di level Rp13.097/USD dengan kisaran harian Rp13.039-Rp13.097/USD. Pembukaan rupiah hari ini tidak bergerak dari penutupan akhir pekan kemarin di level yang sama.
Disisi lain menurut data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah mencetak keuntungan setelah dibuka pada level Rp13.083/USD. Posisi ini lebih baik dibandingkan sebelumnya yang berakhir di level Rp13.098/USD.
Seperti dilansir Reuters, Senin (1/8/2016) USD mulai bangkit dari posisi terendah pada akhir pekan kemarin, sementara yen menghapus keuntungan besar sebelumnya terimbas stimulus Bank of Japan (BOJ) yang tidak sesuai dengan harapan investor. Indeks USD terhadap greenback enam mata uang utama naik tipis 0,1% di level 95.654.
USD merangkak naik dibandingkan Jumat kemarin saat terpuruk ke posisi 95.384, atau terendah sejak 5 Juli. Terhadap Yen Jepang, USD bertambah 0,3% ke level 102.36 sedangkan euro naik 0,2% menjadi 114.27 melawan Yen.
Euro sendiri cenderung stabil terhadap USD di level 1.1173 dan poundsterling sedikit berubah posisi menjadi 1.3220 saat investor tengah fokus menanti keputusan Bank of England tengah pekan nanti. Sebuah jejak pendapat yang digelar Reuters meramalkan Bank Sentral Inggris akan memangkas suku bunga acuan untuk pertama kalinya sejak 2009.
(Baca Juga: Rupiah Berakhir Coba Tinggalkan Level Rp13.000/USD)
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka untuk mengawali bulan Agustus ini di level Rp13.080/USD. Posisi ini rupiah tercatat lebih baik dari posisi sebelumnya di level Rp13.094/USD dengan kenaikan tipis sebesar 14 poin.
Sementara menurut data Bloomberg, rupiah awal pekan mengawali hari pada posisi Rp13.049/USD pagi ini dengan kisaran harian Rp13.048-Rp13.092/USD. Rupiah tercatat memperlihatkan perbaikan dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.112/USD.
Posisi rupiah terhadap USD berdasarkan data Yahoo Finance bergerak stagnan di level Rp13.097/USD dengan kisaran harian Rp13.039-Rp13.097/USD. Pembukaan rupiah hari ini tidak bergerak dari penutupan akhir pekan kemarin di level yang sama.
Disisi lain menurut data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah mencetak keuntungan setelah dibuka pada level Rp13.083/USD. Posisi ini lebih baik dibandingkan sebelumnya yang berakhir di level Rp13.098/USD.
Seperti dilansir Reuters, Senin (1/8/2016) USD mulai bangkit dari posisi terendah pada akhir pekan kemarin, sementara yen menghapus keuntungan besar sebelumnya terimbas stimulus Bank of Japan (BOJ) yang tidak sesuai dengan harapan investor. Indeks USD terhadap greenback enam mata uang utama naik tipis 0,1% di level 95.654.
USD merangkak naik dibandingkan Jumat kemarin saat terpuruk ke posisi 95.384, atau terendah sejak 5 Juli. Terhadap Yen Jepang, USD bertambah 0,3% ke level 102.36 sedangkan euro naik 0,2% menjadi 114.27 melawan Yen.
Euro sendiri cenderung stabil terhadap USD di level 1.1173 dan poundsterling sedikit berubah posisi menjadi 1.3220 saat investor tengah fokus menanti keputusan Bank of England tengah pekan nanti. Sebuah jejak pendapat yang digelar Reuters meramalkan Bank Sentral Inggris akan memangkas suku bunga acuan untuk pertama kalinya sejak 2009.
(akr)