Ini Langkah Sri Mulyani Amankan Penerimaan Negara

Senin, 01 Agustus 2016 - 20:08 WIB
Ini Langkah Sri Mulyani...
Ini Langkah Sri Mulyani Amankan Penerimaan Negara
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui target penerimaan negara tahun ini sebesar Rp1.786,2 triliun, terlalu ambisius. ‎Namun, dirinya tetap akan berusaha merealisasikan target penerimaan tersebut.

Perempuan asal Bandar Lampung ini mengatakan, saat ini Kementerian Keuangan tengah meneliti seluruh aspek baik berdasarkan kantor wilayah, kegiatan ekonomi, atau sektor yang sumbangan terhadap negaranya mengalami penurunan. Salah satunya, harga komoditas yang anjlok menyebabkan penerimaan negara dari sektor migas dan minerba turut mengalami kemerosotan.

‎"Memang kondisinya seperti harga komoditas yang turun berarti perusahaan bidang batubara, CPO, migas, tambang mengalami penurunan. Penurunan Itu kita enggak bisa kontrol karena memang harganya turun. Jadi perusahaan juga alami penerimaan yang menurun," katanya di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Senin (1/8/2016).

Selain itu, sambung mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini, pihaknya juga akan melihat aktivitas lain yang memungkinkan untuk dipungut pajak. Apalagi, di beberapa aktivitas seperti perusahaan yang memiliki omzet di atas Rp5 miliar namun tidak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), selama ini tidak membayar pajaknya dengan benar. (Baca: PR Sri Mulyani, Penerimaan Tax Amnesty Baru Rp84,3 Miliar)

‎"Itu kan juga potensi yang masih bisa kita lakukan. Jadi kita akan lakukan secara seimbang‎. Hal yang di luar kontrol pemerintah, seperti harga komoditas yang turun karena memang karena pasar global dan hal yang harus dimitigasi dengan langkah lain untuk meminimalkan dampaknya," imbuh dia.

Sementara di sisi belanja, tambah Sri Mulyani, pemerintah juga sudah harus menyisir hal yang masih bisa dihemat. Namun demikian, Presiden Jokowi telah menginstruksikan bahwa proyek infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pertahanan tidak boleh dikurangi anggarannya.

"‎Jadi Itu adalah area yang harus tetap diprioritas dan dijaga. Sementara kalau ada aktivitas yang dianggap tidak prioritas, kita akan mulai lakukan langkah untuk bisa mendapatkan instruksi dari Presiden dan kemudian juga para menteri untuk mulai melakukan penelitian keborosan," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Alokasikan...
Pemerintah Alokasikan Rp8 Triliun untuk Pengentasan TBC, Bagian Program Kesehatan Prioritas 2025
Defisit APBN Bulan April...
Defisit APBN Bulan April Capai Rp74,5 Triliun
Sri Mulyani Bersiap...
Sri Mulyani Bersiap Defisit APBN 2020 Bisa Mencapai Rp1.028,5 Triliun
Sri Mulyani Proyeksi...
Sri Mulyani Proyeksi Defisit APBN 2021 Capai 4,17%
Disentil Jokowi, Sri...
Disentil Jokowi, Sri Mulyani Bongkar Penyebab Defisit APBN Melebar Rp1.039,2 T
Tok! DPR Setujui Pertanggungjawaban...
Tok! DPR Setujui Pertanggungjawaban APBN 2019
Berita Terkini
Mahasiswa UPJ Belajar...
Mahasiswa UPJ Belajar Analisis Fundamental dan Teknikal di Jaya Investment Week 2026 bersama MNC Sekuritas
10 menit yang lalu
IHSG Ditutup Melejit...
IHSG Ditutup Melejit 7,57% Sore Ini, 708 Saham Menghijau
35 menit yang lalu
Grab Ambil Alih Kendali...
Grab Ambil Alih Kendali Superbank, Fokus Perluas Akses Pembiayaan Digital
59 menit yang lalu
BTC Price Game Meluncur,...
BTC Price Game Meluncur, Fitur Game Edukatif untuk Analisis Harga Bitcoin
1 jam yang lalu
Rupiah Terus Melemah,...
Rupiah Terus Melemah, BI Keluarkan Lima Jurus Tambahan
1 jam yang lalu
Prabowo Panggil Chatib...
Prabowo Panggil Chatib Basri ke Istana, Ada Apa?
1 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved