WIEF 2016, Pemerintah Luncurkan Peta Jalan Keuangan Syariah

Selasa, 02 Agustus 2016 - 19:58 WIB
WIEF 2016, Pemerintah...
WIEF 2016, Pemerintah Luncurkan Peta Jalan Keuangan Syariah
A A A
JAKARTA - Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) meluncurkan peta jalan (roadmap) arsitektur keuangan syariah, bersamaan dengan penyelenggaraan Forum Ekonomi Islam Dunia (World Islamic Economic Forum/WIEF) 2016. Peta jalan ini sejatinya telah dirancang oleh Bappenas sejak empat tahun lalu.

Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, saat ini antusiasme masyarakat Indonesia tentang keuangan syariah sudah semakin tinggi. Masyarakat pada umumnya memiliki keingintahuan yang dalam tentang sistem keuangan syariah.

"Karena sekarang ini memang belum ada upaya terkoordinasi, coordinated effort untuk mengarahkan keuangan dan ekonomi syariah di Indonesia," katanya di JCC, Jakarta, Selasa (2/8/2016).

Bambang menjelaskan, pada dasarnya selama ini baik Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ataupun Kementerian Keuangan telah memiliki ide tersendiri terkait sistem keuangan syariah. Namun, sistem tersebut belum terkoordinasi dengan baik dan masih berjalan sendiri-sendiri.

"BI punya ide sendiri terkait dengan liquidity perbankannya. OJK lebih berpikir untuk mengembangkan institusi keuangannya. Kementerian Keuangan bagaimana memanfaatkan keuangan syariah," imbuh dia. (Baca: Sri Mulyani: UMKM Bisa Jadi Penolong Saat Krisis Ekonomi)

Menurutnya, pembentukan masterplan ini arahnya agar Indonesia dapat menjadi pemain global dalam sistem keuangan syariah. Pemerintah berkeinginan agar profil keuangan syariah di Indonesia terlihat, serta ekonomi syariah dapat diarahkan untuk tujuan pembangunan Indonesia.

Dalam masterplan tersebut, mencakup rencana pembentukan bank investasi syariah, pembentukan retakaful, dan pembentukan pembentukan public budget management channelling di industri keuangan syariah.

"Kalau di asuransi kan ada reasuransi. Nah kan belum ada retakaful. Mau kita kembangkan, itu di sektor keuangan. Kalau di sektor Kementerian Keuangan, kita mau dorong lebih banyak public budget management channelling di industri keuangan syariah. Satu lagi microfinance dan sukuk," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Islam Mendorong Investasi,...
Islam Mendorong Investasi, Begini Penjelasan Syaikh Al-Qardhawi
ISEF, Lebarannya Pegiat...
ISEF, Lebarannya Pegiat Ekonomi dan Keuangan Syariah
SGIE, Spirit Akselerasi...
SGIE, Spirit Akselerasi Indonesia sebagai Kiblat Ekonomi Islam Dunia?
Rusia Akan Menerapkan...
Rusia Akan Menerapkan Sistem Ekonomi Islam di 4 Wilayah
15 Negara yang Menerapkan...
15 Negara yang Menerapkan Sistem Ekonomi Islam, Urutan 13 Bikin Kagum
Ekonomi Syariah Masih...
Ekonomi Syariah Masih Lamban
Berita Terkini
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
19 menit yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
55 menit yang lalu
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
1 jam yang lalu
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
2 jam yang lalu
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
3 jam yang lalu
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
13 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved