Rupiah Pagi Anjlok, USD Balik Menguat Lawan Yen

Rabu, 03 Agustus 2016 - 10:23 WIB
Rupiah Pagi Anjlok,...
Rupiah Pagi Anjlok, USD Balik Menguat Lawan Yen
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada awal perdagangan hari ini dibuka melemah saat USD masih berjuang mencoba menjauhi level terendah dalam enam bulan. Mata uang Negeri Paman Sam -julukan AS- tercatat juga balik melawan terhadap Yen Jepang.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, mengawali hari ini dengan pelemahan di level Rp13.114/USD. Posisi ini tercatat makin buruk dari posisi sebelumnya di level Rp13.079/USD.

Menurut data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah pagi ada di posisi Rp13.115/USD atau memburuk dari penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.095/USD dengan pelemahan sebesar 20 poin.

Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah pada awal perdagangan berada di level Rp13.075/USD dengan kisaran harian Rp13.075-Rp13.110/USD. Posisi rupiah memperlihatkan kenaikan dari penutupan kemarin Rp13.095/USD.

Di sisi lain menurut data Bloomberg pagi ini, tercatat menyusut pada level Rp13.112/USD atau turun jika dibanding penutupan kemarin di posisi Rp13.090/USD. Pergerakan mata uang Garuda hari ini berada pada kisaran harian Rp13.085-Rp13.118/USD.

Dilansir Reuters, Rabu (3/8/2016) USD masih terus berjuang menguat, usai semakin mendekati posisi terendah dalam enam pekan terhadap beberapa mata uang utama pada awal perdagangan hari ini. Pandangan pesimis terhadap ekonomi AS telah memberi tekanan kepada greenback. "Tren 'risiko' yang dipimpin oleh kekuatan di Amerika Serikat telah mendukung dolar," kata Analis Mata Uang IG Securities Junichi Ishikawa di Tokyo.

Indeks USD berada pada posisi 95.147, meski masih berjarak sangat dekat dengan posisi terendah dalam enam pekan di level 95.003. Sementara USD terhadap yen mengalami kenaikan tipis 0,2% menjadi 101.075, ketika sebelumnya meluncur 1,5% untuk berada pada posisi terburuk tiga pekan 100.680.

Sementara euro sedikit berubah melawan USD ke level 1.1219 setelah pada sesi sebelumnya bertambah 0,6% san sempat menyentuh kisaran level 1.1234 yang menjadi titik tertinggi sejak referendum Brexit. Dolar Australia pada akhir perdagangan berada pada level 0.7594 atau turun 0,2%.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Persaingan Pasar Game...
Persaingan Pasar Game Valorant, Intip Strategi Ekspansi Tokovalorant
19 menit yang lalu
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
7 jam yang lalu
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
7 jam yang lalu
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
8 jam yang lalu
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
8 jam yang lalu
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
8 jam yang lalu
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved