Tumbuh 5,18%, BI Sebut Ekonomi RI Masih Belum Kokoh
Senin, 08 Agustus 2016 - 13:01 WIB
Tumbuh 5,18%, BI Sebut Ekonomi RI Masih Belum Kokoh
A
A
A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini masih belum kokoh, meski pada kuartal II/2016 mencapai angka 5,18%. Pasalnya, secara struktural kondisi ekonomi Indonesia masih belum cukup kuat.
(Baca: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan II 2016 Capai 5,18%)
Gubernur BI Agus Martowardojo mengungkapkan, tingginya tingkat pertumbuhan ekonomi kuartal II/2016 lebih disebabkan karena faktor musiman. Hal ini lantaran pergeseran panen raya yang seharusnya terjadi pada kuartal I/2016, namun baru terjadi pada periode ini.
"Itu (pertumbuhan ekonomi kuartal II) ada peran musiman karena panen bergeser sehingga mendukung pertumbuhan di kuartal II. Tetapi belum secara struktural ekonomi kita menguat, maka kami perkirakan pertumbuhan secara keseluruhan 2016 5,1%," katanya di Gedung BI, Jakarta, Senin (8/8/2016).
Menurutnya, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang seimbang pada periode berikutnya maka pemerintah harus betul-betul memastikan konsumsi rumah tangga mengalami peningkatan signifikan. Namun, terlepas dari hal itu pihaknya tetap menyambut baik capaian pertumbuhan ekonomi.
"Panen pangan membuat ekonomi di kuartal II jauh lebih baik, ke depan kita harus terus mengupayakan agar betul-betul konsumsi pemerintah dan konsimsi rumah tangga dapat terus berkembang," tandasnya.
Baca Juga:
Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal II di Luar Ekspektasi BI
BI Ramal Ekonomi RI Kuartal III/2016 Tumbuh 5,2%
(Baca: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan II 2016 Capai 5,18%)
Gubernur BI Agus Martowardojo mengungkapkan, tingginya tingkat pertumbuhan ekonomi kuartal II/2016 lebih disebabkan karena faktor musiman. Hal ini lantaran pergeseran panen raya yang seharusnya terjadi pada kuartal I/2016, namun baru terjadi pada periode ini.
"Itu (pertumbuhan ekonomi kuartal II) ada peran musiman karena panen bergeser sehingga mendukung pertumbuhan di kuartal II. Tetapi belum secara struktural ekonomi kita menguat, maka kami perkirakan pertumbuhan secara keseluruhan 2016 5,1%," katanya di Gedung BI, Jakarta, Senin (8/8/2016).
Menurutnya, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang seimbang pada periode berikutnya maka pemerintah harus betul-betul memastikan konsumsi rumah tangga mengalami peningkatan signifikan. Namun, terlepas dari hal itu pihaknya tetap menyambut baik capaian pertumbuhan ekonomi.
"Panen pangan membuat ekonomi di kuartal II jauh lebih baik, ke depan kita harus terus mengupayakan agar betul-betul konsumsi pemerintah dan konsimsi rumah tangga dapat terus berkembang," tandasnya.
Baca Juga:
Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal II di Luar Ekspektasi BI
BI Ramal Ekonomi RI Kuartal III/2016 Tumbuh 5,2%
(izz)
Lihat Juga :