Pasokan Listrik Minim Ancam Pertumbuhan Ekonomi

Senin, 08 Agustus 2016 - 16:14 WIB
Pasokan Listrik Minim...
Pasokan Listrik Minim Ancam Pertumbuhan Ekonomi
A A A
JAKARTA - Pemerintah harus mampu menjaga pertumbuhan ekonomi dengan baik, salah satu caranya dengan menjamin ketersediaan listrik untuk industri dan konsumsi.

"Dari sisi demand akan membesar, sebab pertumbuhan ekonomi di luar dugaan tumbuh 5,18%. Momentum ini perlu dijaga dengan memberikan kepastian bahwa listrik tersedia untuk pertumbuhan ekonomi. Ekonomi kita lemahnya dipasokan listrik," kata Sekjen Asosiasi Produsen Listik Swasta Indonesia (APLSI) Priamanaya Djan dalam rilisnya di Jakarta, Senin (8/8/2016).

Menurutnya, cukup sulit bagi pemerintah untuk menjaga pertumbuhan ekonomi pada level ideal bila pasokan listrik tidak mencukupi tiap tahun. "Kuartalan berikut akan berat kalau pasokan listrik melemah. Setrum ini bisa mengerem pertumbuhan (ekonomi) loh," ungkapnya.

Dia mengingatkan, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5%-7%, Indonesia membutuhkan pasokan listrik baru sekitar 5.000-7.000 MW per tahun. Setiap tahun akan terjadi peningkatan konsumsi listrik rata-rata 10,1%.

Atas dasar itu, diproyeksikan kebutuhan listrik nasional sebesar 171 terawatt hour (TWh) akan menjadi 1.075 TWh pada 2031. Namun, dengan kapasitas listrik terpasang saat ini dan masih rendahnya pasokan listrik baru, Indonesia masih akan mengalami krisis listrik.

Sejalan dengan itu, Wakil Bendahara Umum APLSI Rizka Armadhana mengingatkan cadangan listrik Indonesia masih sangat rendah. Sehingga, rentan mengganggu pertumbuhan ekonomi.

Dia mengatakan, cadangan listrik ideal sebuah negara sebesar 30%. Sementara, cadangan listrik nasional masih sangat rendah hanya 10%. "Kita bandingkan dengan cadangan listrik Singapura yang mencapai 100%. Dengan pencadangan yang tipis ini, Indonesia selalu terancam pemadaman dan ekonominya lagi yang kena," pungkas Rizka.

Seperti diketahui, pertumbuhan ekonomi kuartal II/2016 di luar dugaan naik menembus 5,18% (year on year), dibanding triwulan I/2016 sebesar 4,91% dan triwulan II/2015 sebesar 4,66%. Pertumbuhan diperkirakan terus meningkat menjadi 5,2% pada kuartal III dan 5,3% pada kuartal IV tahun ini.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Prospek Bisnis Seiring...
Prospek Bisnis Seiring Pertumbuhan Ekonomi RI
Berita Terkini
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
21 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
1 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
3 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
3 jam yang lalu
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved