Tax Amnesty Jadi Sumber Dana Terbesar Jokowi Bangun Infrastruktur

Selasa, 09 Agustus 2016 - 00:04 WIB
Tax Amnesty Jadi Sumber...
Tax Amnesty Jadi Sumber Dana Terbesar Jokowi Bangun Infrastruktur
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerangkan dana deklarasi pengampunan pajak atau tax amnesty yang sudah terkumpul hingga 7 Agustus 2016 mencapai Rp9,27 triliun dengan jumlah dana tebusan sebesar Rp193 miliar. Mantan Gubernur DKI Jakarta juga menjelaskan kebutuhan negara sebenarnya dari dana amnesti pajak tembus Rp5000 triliun.

(Baca Juga: Bocorkan Data Peserta Tax Amnesty, Jokowi Ancam Bakal Penjarakan)

Lebih lanjut dia menerangkan uang yang terkumpul dari program yang akan bergulir hingga Maret 2017 akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang saat ini masih mengalami defisit. ‎Sementara ini menurutnya dana pengampunan pajak akan menjadi sumber dana terbesar untuk memperbaiki infrastuktur di tanah air yang selama ini masih tertinggal dari negara lain.

"Biaya logistik di Indonesi itu sangat mahal, bahkan 2,5 kali lipat lebih tinggi dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Kendalanya apa? Semua karena infrastuktur yang tidak siap. Kalau ingin bersaing, kita harus perbaiki. Indonesia harus menjadi bangsa yang menang," terang dia di hadapan 3500 peserta sosialisasi Tax amnesty di Hotel InterContinental Bandung Dago Resor, Senin (8/8/2016).

(Baca Juga: Target Tax Amnesty Tak Akan Diubah Sri Mulyani Apapun Risikonya)

‎Jokowi juga menuturkan, setelah dana pengampunan pajak terkumpul, geliat perekonomian Indonesia bisa terlihat secara faktual. "Kabar baiknya pertumbuhan ekonomi di tanah air pada triwulan 1 mencapai 4,94‎%, sementara triwulan 2 di angka 5,18%. Kabar baik ini belum terhitung dengan pemasukan dari pengampunan pajak. Saya optimistis lewat program ini perekonomian ke depan akan lebih baik," ungkapnya.

Presiden juga mengemukakan, selain bermanfaat untuk pembangunan infrastuktur, pemasukan dari pengampunan pajak ini juga bisa digunakan untuk pengembangan di sektor tekstil, garmen, manufaktur, pariwisata dan memenuhi kebutuhan rumah yang mencapai 13juta unit di tahun 2016.

"Kami sudah menyiapkan beberapa instrumen portofolio yang bisa dipilih masyarakat. Ada surat utang negara, obligasi, saham, reksadana dan yang lainnya," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Infrastruktur yang Dibangun...
Infrastruktur yang Dibangun Jokowi Dinilai Bawa Optimisme Ekonomi
Momentum ketika Jokowi...
Momentum ketika Jokowi Bertemu Joko Widodo
Tahun 2021 Tetap Diisi...
Tahun 2021 Tetap Diisi dengan Pembangunan Infrastruktur dan SDM
Jokowi ke Relawan Nusantara...
Jokowi ke Relawan Nusantara Bersatu: Kita Tidak Bisa Bersaing Kalau Jalannya Masih Becek
Sejumlah Pembangunan...
Sejumlah Pembangunan Rampung, Jokowi Bilang Kemajuan Sudah Terwujud di Papua
Bangun Infrastruktur,...
Bangun Infrastruktur, Jokowi: Awal Mungkin Sakit, Tapi 10 Tahun Lagi Akan Terasa Manfaatnya
Berita Terkini
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
9 jam yang lalu
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
10 jam yang lalu
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
10 jam yang lalu
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
11 jam yang lalu
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
11 jam yang lalu
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
12 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved