Kerek Ekonomi, Pemda Diminta Jorjoran Habiskan Anggaran

Selasa, 09 Agustus 2016 - 19:34 WIB
Kerek Ekonomi, Pemda...
Kerek Ekonomi, Pemda Diminta Jorjoran Habiskan Anggaran
A A A
JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menerangkan target pertumbuhan ekonomi dalam asumsi APBN 2016 (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) sebesar 5,2% bisa dicapai. Asalkan pemerintah daerah (pemda) berkontribusi dengan tidak mengendapkan dana daerahnya terlalu lama di perbankan.

(Baca Juga: Sri Mulyani Pangkas Anggaran K/L, Ini Pesan Kepala Bappenas)

Menurut dia pemda harus melakukan spending (belanja) besar-besaran untuk daerahnya dengan menggunakan dana desa yang disuntikkan oleh pemerintah. Sejauh ini, masih ada beberapa daerah yang masih menyimpan dana APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) dalam jumlah besar.

"Intinya, selain mengoptimalkan belanja pemerintah, daerah juga harus spending dengan benar dan tidak lagi tumpuk uang di bank. Semua harus disalurkan," katanya di kantor Bappenas, Jakarta, Selasa (9/8/2016).

(Baca Juga: Pemangkasan Anggaran Tak Perlu Tunggu Pengajuan dari K/L)

Selanjutnya ungkap Bambang yang tidak kalah penting yakni, peran swasta yang harus juga bergerak untuk investasi. Jadi lanjut dia, di paket kebijakan itu sudah saatnya untuk mendorong investasi riil selain yang sudah commited untuk direalisasikan.

"Sekarang saatnya investasi dari peran swasta itu bermain, karena kan sudah ada berbagai macam paket kebijakan untuk mendorong investasi di Indonesia," sambung dia.

Seperti diketahui, pemerintah akan memotong anggaran Kementerian dan Lembaga (K/L) sebesar Rp133,8 triliun untuk program-program belanja yang sifatnya non prioritas. Sebelumnya dia juga menyebutkan bahwa pemotongan anggaran tersebut wajar dilakukan karena belanja K/L juga setiap tahunnya tidak pernah terserap hingga 100%.

"Pemotongan, fokus pada belanja yang tidak terserap. K/L setiap tahunnya kan enggak menyerap sampai 100%. Tahun lalu saja dari keseluruhan K/L totalnya 12% anggaran tidak terserap," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bappenas Pangkas 344...
Bappenas Pangkas 344 Pos Anggaran Kementerian dan Lembaga
Kementerian PPN/Bappenas...
Kementerian PPN/Bappenas Tekankan Pentingnya Program Pemberdayaan Berbasis Data
Kementerian PPN/Bappenas...
Kementerian PPN/Bappenas Buka Lowongan Kerja, Yuks Cek Posisi dan Persyaratannya!
Partisipasi Kementerian...
Partisipasi Kementerian PPN/Bappenas - Pavillion Indonesia di GPDRR 2022
Masuk 10 Besar, Tim...
Masuk 10 Besar, Tim PPD Kementerian PPN-Bappenas Mulai Nilai Sulsel
Bappenas Minta Tambahan...
Bappenas Minta Tambahan Anggaran Jadi Rp2,10 Triliun Tahun Depan
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
7 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
7 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
7 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
7 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
8 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
8 jam yang lalu
Infografis
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12% di Kuartal II 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved