Harga Minyak Beranjak Stabil Berkat Venezuela
Rabu, 10 Agustus 2016 - 09:58 WIB
Harga Minyak Beranjak Stabil Berkat Venezuela
A
A
A
SINGAPURA - Harga minyak dunia pada Rabu (10/8) beranjak stabil kendati pasokan global membebani pasar. Melansir Reuters hari ini, hal tersebut terjadi setelah Venezuela, salah satu negara OPEC melakukan pertemuan penting guna membahas harga minyak yang selama ini lebih banyak melemah.
Di AS, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan pada USD42,73 per barel pada 00:31 GMT, turun 4 sen dari pembukaan terakhir mereka tapi naik 3 sen dari penutupan terakhir mereka.
Minyak mentah berjangka internasional Brent naik 2 sen dan berada di USD45,01 per barel.
Para pedagang mengatakan pasar sedang terbebani oleh overhang pasokan namun pertemuan yang disarankan produsen minyak untuk melakukan pengetatan pasar dapat meredam harga si emas hitam tidak terjerembab lebih dalam.
“Minyak mereda lebih rendah setelah putaran pembicaraan produksi pembatasan yang diusulkan OPEC gagal untuk menggairahkan investor. Upgrade produksi minyak AS oleh Badan Energi Internasional (EIA) membebani sentimen dan EIA sekarang mengharapkan AS mengeluarkan 8,31 juta barel per hari pada tahun 2017, naik dari perkiraan 8,2 juta barel per hari pada bulan Juli,” tulis ANZ Bank pada Rabu ini seperti dilansir CNBC.
Adapun Venezuela sedang menggalang dukungan dalam OPEC untuk memutuskan tindakan bagi harga minyak yang selama ini melemah. “Kami secara aktif mempromosikan pertemuan produsen dalam beberapa minggu mendatang, sehingga OPEC dan negara-negara non-OPEC dapat duduk bersama untuk membicarakan harga minyak pada musim dingin nanti,” ujar Menteri Perminyakan Venezuela Eulogio del Pino.
Seperti diketahui beberapa negara OPEC akan menggelar pertemuan di Aljazair pada September besok untuk membahas langkah memperketat pasokan minyak demi mendongkrak harga.
Di AS, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan pada USD42,73 per barel pada 00:31 GMT, turun 4 sen dari pembukaan terakhir mereka tapi naik 3 sen dari penutupan terakhir mereka.
Minyak mentah berjangka internasional Brent naik 2 sen dan berada di USD45,01 per barel.
Para pedagang mengatakan pasar sedang terbebani oleh overhang pasokan namun pertemuan yang disarankan produsen minyak untuk melakukan pengetatan pasar dapat meredam harga si emas hitam tidak terjerembab lebih dalam.
“Minyak mereda lebih rendah setelah putaran pembicaraan produksi pembatasan yang diusulkan OPEC gagal untuk menggairahkan investor. Upgrade produksi minyak AS oleh Badan Energi Internasional (EIA) membebani sentimen dan EIA sekarang mengharapkan AS mengeluarkan 8,31 juta barel per hari pada tahun 2017, naik dari perkiraan 8,2 juta barel per hari pada bulan Juli,” tulis ANZ Bank pada Rabu ini seperti dilansir CNBC.
Adapun Venezuela sedang menggalang dukungan dalam OPEC untuk memutuskan tindakan bagi harga minyak yang selama ini melemah. “Kami secara aktif mempromosikan pertemuan produsen dalam beberapa minggu mendatang, sehingga OPEC dan negara-negara non-OPEC dapat duduk bersama untuk membicarakan harga minyak pada musim dingin nanti,” ujar Menteri Perminyakan Venezuela Eulogio del Pino.
Seperti diketahui beberapa negara OPEC akan menggelar pertemuan di Aljazair pada September besok untuk membahas langkah memperketat pasokan minyak demi mendongkrak harga.
(ven)
Lihat Juga :