Tekanan Kenaikan Harga Awal Tahun Depan Diprediksi Melambat

Kamis, 11 Agustus 2016 - 03:03 WIB
Tekanan Kenaikan Harga...
Tekanan Kenaikan Harga Awal Tahun Depan Diprediksi Melambat
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memperkirakan, tekanan kenaikan harga pada bulan Januari 2017 diperkirakan melambat dari bulan sebelumnya. Hal ini terlihat dari indeks ekspektasi harga (IEH) Januari 2017 yang turun dari 162,1 menjadi 155,2.

"Sementara tekanan kenaikan harga pada Oktober 2016 juga diperkirakaan mengalami perlambatan dibandingkan bulan sebelumnya," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Tirta Segara di Jakarta.

Perlambatan tekanan kenaikan harga diprediksi terjadi pada semua kelompok komoditas, dengan penurunan indeks terbesar terjadi pada kelompok bahan makanan dan makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau.

Berdasarkan survei konsumen BI, optimisme konsumen pada Juli 2016 meningkat dari bulan sebelumnya. Hal tersebut tercermin dari indeks keyakinan konsumen (IKK) Juli 2016 yang tercatat sebesar 114,2 lebih tinggi dari 113,7.

Menurut Tirta, meningkatnya optimisme konsumen didorong oleh kenaikan indeks kondisi ekonomi saat ini (IKE) menjadi 101,2. "Sementara itu, kondisi ekonomi saat ini menurut persepsi konsumsi lebih baik dari bulan sebelumnya," kata Tirta.

Meningkatnya IKE Juli 2016 didorong oleh kenaikan indeks penghasilan saat ini dan indeks ketepatan waktu pembeliaan barang tahan lama. Disisi lain, indeks ketersediaan lapangan kerja pada Juli 2016 menurun dari sebelumnya.

Tirta mengungkapkan, optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi bulan Januari 2017 masih tinggi, meskipun sedikit melemah dari bulan sebelumnya. Hal tersebut tercermin dari indeks ekspektasi konsumen (IEK) Juli 2016 sebesar 127,1.

"Melemahnya IEK Juli disebabkan oleh menurunnya optimisme konsumen terhadap ketersediaan lapangan kerja," paparnya. Meski begitu, lanjut Tirta, indeks ekspektasi penghasilan dan kegiatan usaha Januari 2017 diprediksi akan meningkat.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KPK: Ruangan Gubernur...
KPK: Ruangan Gubernur BI Turut Digeledah, Ada 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR
Layanan BI-Fast Error,...
Layanan BI-Fast Error, Nasabah CIMB Niaga, BSI, BCA, hingga BNI Mengeluh di Media Sosial
Dugaan Korupsi Dana...
Dugaan Korupsi Dana CSR Bank Indonesia, BI Kooperatif dengan KPK
Perry Warjiyo Kembali...
Perry Warjiyo Kembali Terpilih jadi Gubernur BI Periode 2023-2028
Bank Indonesia Sebut...
Bank Indonesia Sebut Pemilihan Deputi Gubernur BI Melalui Sistem Meritokrasi
Tiga Kandidat Bersaing...
Tiga Kandidat Bersaing Uji Kelayakan Deputi Gubernur BI Hari Ini
Berita Terkini
IHSG Kembali ke Level...
IHSG Kembali ke Level 6 Ribuan usai Melesat 4,24%, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.749 Triliun
24 menit yang lalu
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
8 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
10 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
10 jam yang lalu
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
11 jam yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
11 jam yang lalu
Infografis
Penyebab 85 Juta Pekerjaan...
Penyebab 85 Juta Pekerjaan yang Terancam Musnah Tahun Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved