IHSG Menghijau, Bursa Asia Memerah Imbas Turunnya Harga Minyak
Kamis, 11 Agustus 2016 - 09:15 WIB
IHSG Menghijau, Bursa Asia Memerah Imbas Turunnya Harga Minyak
A
A
A
JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan Kamis (11/8/2016) menghijau. Indeks dibuka naik 14,14 poin atau 0,26% ke level 5.438,09 pada pukul 08.55 WIB.
Sebelumnya pada Rabu kemarin, indeks terpukul 16,34 poin atau 0,30% ke level 5.423,95.
Sementara itu, bursa Asia dibuka lebih rendah pada perdagangan Kamis ini. Melansir dari CNBC, Kamis (11/8/2016), melemahnya pasar Asia ditengarai akibat sentimen penurunan harga minyak pada penutupan Rabu malam.
Di Australia, patokan ASX 200 turun 0,74% pada awal perdagangan, dengan keuangan, energi dan bahan sub-indeks turun antara 0,6%-1,13%. Saham perbankan besar Commonwealth Bank of Australia turun sekitar 2,2%.
Bursa Selandia Baru NZX 50 dibuka mendatar ke 7.342,43. Di Korea Selatan, Kospi diperdagangkan 0,27% lebih rendah. Sedangkan pasar Jepang sedang libur karena Mountain Day. Adapun Wall Street ditutup lebih rendah, dengan acuan S & P 500 turun 6 poin, dimana sektor energi melemah hingga 1,4%.
“Minyak semakin menarik kembali menuju USD40 barel lagi dan banyak pelaku pasar khawatir harga minyak akan turun menuju ke level USD35,” kata Angus Nicholson, seorang analis pasar di perusahaan broker IG.
Balik ke Jakarta, tercatat pagi ini 45 saham diperdagangkan dengan 23 saham naik, 11 melemah dan 11 lagi stabil. Nilai transaksi bersih asing mencapai Rp1,68 miliar dengan aksi jual asing Rp16,3 triliun berbanding aksi beli asing Rp18 triliun.
Adapun saham yang menguat adalah: PT Gudang Garam Tbk (GGRM) yang naik 0,3775%; PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) naik 1,5432%; PANS; PT Astra International Tbk (ASII); dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Dan yang melemah pagi ini yaitu INTP, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA).
Sebelumnya pada Rabu kemarin, indeks terpukul 16,34 poin atau 0,30% ke level 5.423,95.
Sementara itu, bursa Asia dibuka lebih rendah pada perdagangan Kamis ini. Melansir dari CNBC, Kamis (11/8/2016), melemahnya pasar Asia ditengarai akibat sentimen penurunan harga minyak pada penutupan Rabu malam.
Di Australia, patokan ASX 200 turun 0,74% pada awal perdagangan, dengan keuangan, energi dan bahan sub-indeks turun antara 0,6%-1,13%. Saham perbankan besar Commonwealth Bank of Australia turun sekitar 2,2%.
Bursa Selandia Baru NZX 50 dibuka mendatar ke 7.342,43. Di Korea Selatan, Kospi diperdagangkan 0,27% lebih rendah. Sedangkan pasar Jepang sedang libur karena Mountain Day. Adapun Wall Street ditutup lebih rendah, dengan acuan S & P 500 turun 6 poin, dimana sektor energi melemah hingga 1,4%.
“Minyak semakin menarik kembali menuju USD40 barel lagi dan banyak pelaku pasar khawatir harga minyak akan turun menuju ke level USD35,” kata Angus Nicholson, seorang analis pasar di perusahaan broker IG.
Balik ke Jakarta, tercatat pagi ini 45 saham diperdagangkan dengan 23 saham naik, 11 melemah dan 11 lagi stabil. Nilai transaksi bersih asing mencapai Rp1,68 miliar dengan aksi jual asing Rp16,3 triliun berbanding aksi beli asing Rp18 triliun.
Adapun saham yang menguat adalah: PT Gudang Garam Tbk (GGRM) yang naik 0,3775%; PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) naik 1,5432%; PANS; PT Astra International Tbk (ASII); dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI). Dan yang melemah pagi ini yaitu INTP, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA).
(ven)
Lihat Juga :