DPR Sebut Target Pertumbuhan Ekonomi Terlalu Agresif

Selasa, 16 Agustus 2016 - 18:47 WIB
DPR Sebut Target Pertumbuhan...
DPR Sebut Target Pertumbuhan Ekonomi Terlalu Agresif
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Ahmad Hafidz Tohir mengatakan, target pertumbuhan ekonomi pemerintah dalam RAPBN 2017 sebesar 5,3%, dinilai merupakan keagresifan pemerintah dalam membuat target. Meski Hafidz mengatakan sebetulnya ini sah-sah saja dilakukan.

Namun pemerintah, kata dia, juga musti visioner melihat apakah tahun depan merupakan tahun yang sudah baik untuk perekonomian Indonesia dan dunia. Karena kondisi perekonomian dunia juga berpengaruh ke Indonesia. (Baca: Target Pertumbuhan 5,3% Agresif, Darmin Minta Jangan Pesimis)

"Kalau target pemerintah tentu pasti agresif karena memang harus begitu. Tapi kalau kita lihat target yang fair ya di angka 5,0-5,1% untuk tahun depan," kata dia di kompleks DPR RI, Jakarta, Selasa (16/8/2016).

Hafidz mengatakan, pemerintah juga jangan menyepelekan ujian ekonomi untuk tahun ini. Sebut saja dimana defisit APBN yang besar yakni 2,08% sampai Agustus awal kemarin, sedangkan target defisit hingga akhir tahun 2,35%.

"Defisit di APBN itu artinya ada target pertumbuhan yang terkoreksi di sana. Karena satu poin saja memerlukan kinerja keuangan yang besar sekitar Rp60-70 triliun. Dengan defisit ada beberapa hal yang akan termakan di sektor daerah. Kan pertumbuhan ekonomi nasional merupakan kumpulan dari APBD," katanya. (Baca: Target Defisit Anggaran RAPBN 2017 Sebesar 2,41%)

Hafidz menyarankan, untuk pemotongan anggaran daerah sebaikan dibahas terlebih dahulu dengan DPR. Kalaupun APBN-P harus diubah undang-undangnya, maka UU tersebut harus diamandemen.

"Saya kira kalau sampai keperimbangan dan transfer daerah harus dibahas tetapi bisa dikatakan itu tidak seperti membahas APBN yang besar. Jadi kalau masalah APBN itu persetujuan DPR. Kalau APBN-P sudah UU kalau mau diubah maka harus amandemen," tutup dia.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Prospek Bisnis Seiring...
Prospek Bisnis Seiring Pertumbuhan Ekonomi RI
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
4 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
4 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
5 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
5 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
5 jam yang lalu
Infografis
Profil Rahayu Saraswati,...
Profil Rahayu Saraswati, Keponakan Prabowo yang Mundur dari DPR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved