BTN Ajak Pengembang dan Nasabah Dukung Tax Amnesty

Jum'at, 19 Agustus 2016 - 17:42 WIB
BTN Ajak Pengembang...
BTN Ajak Pengembang dan Nasabah Dukung Tax Amnesty
A A A
JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara mengajak pengembang dan nasabah prioritas dukung program pemerintah dalam amnesti pajak. Hal ini dilakukan BTN seiring dengan diperolehnya izin gateway dari menteri keuangan. Sehingga BTN dapat menawarkan produk investasi kepada nasabah maupun mitra kerjanya dalam rangka mendukung amnesti pajak.

"Kami serius untuk berperan lebih aktif demi suksesnya program amnesti pajak ini, dimana sosialisasi kami lakukan di wilayah-wilayah potensi setelah izin sebagai gateway dalam menerima dana repatriasi amnesti pajak" ujar Dirut BTN Maryono disela-sela seminar Tax Amnesty and Property Investment di Grand Ballroom Hotel Kempinski Jakarta, Jumat(19/8).

Maryono menjelaskan seminar hari ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman tentang program amnesty pajak kepada pengembang sebagai mitra kerja BTN dan nasabah prioritas. Termasuk memberikan alternatif pilihan produk investasi yang dapat dimanfaatkan dengan return yang menarik dan menguntungkan. (Baca: Industri Properti Berharap Kecipratan 10% Dana Tax Amnesty)

Maryono menambahkan, pilihan BTN sebagai bank dalam menerima dana repatriasi dianggapnya sangat tepat karena beberapa keberhasilan perseroan yang telah dicapai selama ini. Misal kenaikan harga saham BTN tertinggi di atas 50% sejak Desember 2015 sampai dengan Juni 2016.

"Modal perseroan yang sangat kuat berada pada CAR dengan kisaran 22 persen, kompetitif price serta layanan yang bersifat one stop service," papar dia.

Menurut Maryono, respon masyarakat khususnya para investor juga sangat positif. Ini terlihat dengan penawaran obligasi BTN II berkelanjutan yang mendapat respons dengan hasil over subscribe. BTN optimistis akan mendapatkan dana repatriasi yang diperkirakan mencapai Rp50 triliun, yang akan difokuskan untuk penyaluran ke sektor riil.

"Dana ini akan sangat membantu dalam menyukseskan program sejuta rumah yang dilakukan pemerintah," pungkas Maryono.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Achmad Chaerul Kembali...
Achmad Chaerul Kembali Ditunjuk Sebagai Corporate Secretary BTN
Hadiah Total Rp171 Juta...
Hadiah Total Rp171 Juta Disiapkan BTN Saat Semarak HUT ke-71
Peningkatan Tata Kelola...
Peningkatan Tata Kelola Hantar BTN Masuk Jajaran TOP 3 ASEAN CGS
BTN Raih Sertifikat...
BTN Raih Sertifikat Standar Internasional Sistem Manajemen Anti Penyuapan
Mantan Dirut Kesandung...
Mantan Dirut Kesandung Kasus Gratifikasi, BTN Hormati Prosesnya
Potret Kinerja Bank...
Potret Kinerja Bank BTN di Kuartal III/2020 Saat Pandemi
Berita Terkini
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
20 menit yang lalu
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
44 menit yang lalu
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
1 jam yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
1 jam yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
10 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
10 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved