Dirjen Bea Cukai: Isu Harga Rokok Rp50 Ribu Tidak Relevan

Senin, 22 Agustus 2016 - 22:32 WIB
Dirjen Bea Cukai: Isu...
Dirjen Bea Cukai: Isu Harga Rokok Rp50 Ribu Tidak Relevan
A A A
JAKARTA - Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Heru Pambudi mengakui, kenaikan harga rokok seharga Rp50 ribu yang diembuskan beberapa waktu terakhir ini dinilainya tidak relevan. Pasalnya, kenaikan tersebut jika dihitung menurut presentase mencapai 365%.

Heru pun mengatakan, jika kenaikan tersebut direalisasikan oleh pemerintah, sama saja pemerintah egois dan hanya berpihak kepada satu kepentingan saja.

"Kalau misalnya naiknya sampai Rp50 ribu sih ya tidak relevan. Karena kan itu secara presentase kenaikannya sampai 365%. Tidak adil untuk sebagian besar pihak," kata Heru di kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (22/8/2016).

Heru mengatakan, sangat banyak faktor yang bisa mempengaruhi harga rokok untuk berubah. Hal ini lantaran pelaku yang memang ada di industri tersebut juga banyak. (Baca: Bea Cukai: Harga Rokok Baru Akan Naik Tahun Depan)

"Saya kira semua harus kita perhatikan, faktornya banyak. Pertama concern mengenai kesehatan, kemudian industri rokok, kemudian distributor-distributor, pedagang-pedagang, dan juga kemudian masyarakat itu sendiri. Itu jumlahnya kalau ditotal dari supply chain lagi sekitar 6 juta, itu datanya dari beberapa sumber," kata dia.

Maka, terkait dengan gaduh hal tersebut, nantinya Komisi XI DPR akan memanggil Kementerian Keuangan dalam waktu dekat untuk berdialog, salah satunya untuk urusan cukai rokok. Heru mengaku sudah siap jika memang DPR meminta penjelasan dari pihaknya.

"Kalau kita lihat struktur APBN itu kan salah satunya dari cukai. Cukai memang secara nominal juga besar, sehingga nanti juga kita akan bicarakan di sana dengan Komisi XI. Tinggal tunggu waktu saja," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Resmi Menaikkan...
Pemerintah Resmi Menaikkan Cukai Rokok 10 Persen untuk Tahun Depan
Cukai Naik, Kemenkeu...
Cukai Naik, Kemenkeu Prediksi Produksi Rokok Turun 3,3 Persen
Pemerintah Perlu Kurangi...
Pemerintah Perlu Kurangi Selisih Tarif Golongan Cukai Rokok
Terbebani Cukai Rokok,...
Terbebani Cukai Rokok, Pengusaha Kecil Nyebut Digencet Atas Bawah
Bea Cukai Sulbagsel...
Bea Cukai Sulbagsel Sita Jutaan Rokok Ilegal Bernilai Rp2,9 Miliar
Operasi Gempur Rokok...
Operasi Gempur Rokok Ilegal Bakal Sehatkan Industri Hasil Tembakau
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
7 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
8 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
9 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
11 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
11 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
11 jam yang lalu
Infografis
Keterbatasan Strategis...
Keterbatasan Strategis USS Abraham Lincoln: Si ’Benteng Terapung’ yang Tidak Kebal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved