USD Merangkak Naik, Rupiah Berakhir Keok

Rabu, 24 Agustus 2016 - 16:51 WIB
USD Merangkak Naik,...
USD Merangkak Naik, Rupiah Berakhir Keok
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini masih betah di zona merah alias melemah. Kondisi pelemahan rupiah sore ini terjadi di tengah USD yang mulai mencoba merangkak naik terhadap beberapa mata uang utama lainnya.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg sore ini berada pada level Rp13.252/USD atau melemah jika dibanding penutupan kemarin di posisi Rp13.222/USD. Pergerakan mata uang Garuda hari ini berada pada kisaran harian Rp13.235-Rp13.287/USD.

Menurut data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah berakhir berada di posisi Rp13.280/USD atau tidak lebih baik dari penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.220/USD .

Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah tengah pekan berakhir di level Rp13.245/USD dengan kisaran harian Rp13.217-Rp13.278/USD. Posisi rupiah terlihat menyusut dari pembukaan tadi pagi yang berada di level Rp13.220/USD.

Di sisi lain, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada level Rp13.252/USD. Posisi ini tercatat memburuk dari posisi sebelumnya di level Rp13.216/USD.

Dilansir Reuters, Rabu (24/8/2016) USD mulai merangkak naik pada perdagangan hari ini ketika investor masih menanti keputusan seputar kenaikan suku bunga acuan AS atau Fed rate. Para analis mengatakan data penjualan rumah AS yang menunjukkan kebangkitan pada bulan Juli untuk mencapai posisi terbaik dalam hampir sembilan tahun telah memberi dorongan ke USD.

Terhadap beberapa mata uang utama, indeks USD mengalami kenaikan 0,1% ke level 94.650. Sementara terhadap yen, mata uang Negeri Paman Sam -julukan AS- terlihat mendatar pada posisi 100.28. Euro tercatat turun terhadap USD sebesar 0,1% menjadi 1.1290

"Saya ramalan untuk beberapa bulan berikutnya, nilai tukar USD akan berada pada kisaran ini. Lantaran investor khawatir tentang ketidakpastian ekonomi, dan pemilu AS pada November," ucap Kepala Ekonomi IHS Markit Harumi Taguchi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
5 jam yang lalu
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
5 jam yang lalu
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
5 jam yang lalu
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
5 jam yang lalu
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
6 jam yang lalu
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
6 jam yang lalu
Infografis
Jadwal MotoGP Mandalika...
Jadwal MotoGP Mandalika 2025, Mampukah Marc Marquez Naik Podium?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved