Rupiah Berpeluang Berbalik Melemah
Senin, 29 Agustus 2016 - 09:07 WIB
Rupiah Berpeluang Berbalik Melemah
A
A
A
JAKARTA - Rupiah mampu menguat pada akhir pekan kemarin. Penguatan yang terjadi lebih disebabkan oleh pelemahan USD yang hanya bersifat jangka pendek.
"Rupiah berpeluang berbalik melemah apabila sentimen global cenderung lebih banyak direspons pelaku pasar dibandingkan sentimen dari dalam negeri," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Senin (29/8/2016).
Reza memprediksi rupiah akan bergerak di kisaran support Rp13.257/USD dan resisten Rp13.210/USD serta cermati sentimen yang ada yang mampu mempengaruhi laju rupiah.
Dia menjelaskan, pelemahan pada laju USD jelang pertemuan FOMC pada akhir pekan kemarin, masih memberikan sentimen positif pada laju pergerakan mata uang Asia dan beberapa mata uang global.
Rupiah pun ikut terbantukan sentimen pelemahan USD sehingga dapat berbalik menguat. Pelemahan USD tersebut lebih disebabkan adanya aksi ambil untung jelang pidato Janet Yellen.
"Kami melihat, pelemahan USD ini hanya sementara, apalagi jika nantinya statement Janet Yellen cenderung hawkish dan mampu menopang laju USD untuk berbalik menguat," pungkasnya.
"Rupiah berpeluang berbalik melemah apabila sentimen global cenderung lebih banyak direspons pelaku pasar dibandingkan sentimen dari dalam negeri," ujar Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Senin (29/8/2016).
Reza memprediksi rupiah akan bergerak di kisaran support Rp13.257/USD dan resisten Rp13.210/USD serta cermati sentimen yang ada yang mampu mempengaruhi laju rupiah.
Dia menjelaskan, pelemahan pada laju USD jelang pertemuan FOMC pada akhir pekan kemarin, masih memberikan sentimen positif pada laju pergerakan mata uang Asia dan beberapa mata uang global.
Rupiah pun ikut terbantukan sentimen pelemahan USD sehingga dapat berbalik menguat. Pelemahan USD tersebut lebih disebabkan adanya aksi ambil untung jelang pidato Janet Yellen.
"Kami melihat, pelemahan USD ini hanya sementara, apalagi jika nantinya statement Janet Yellen cenderung hawkish dan mampu menopang laju USD untuk berbalik menguat," pungkasnya.
(ven)