Himbara dan DJP Gelar Sosialisasi Amnesti Pajak di Batam
Jum'at, 02 September 2016 - 03:15 WIB
Himbara dan DJP Gelar Sosialisasi Amnesti Pajak di Batam
A
A
A
BATAM - Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara) yakni Bank BRI, Bank BNI, Bank Mandiri dan Bank BTN menggelar sebuah acara bertajuk “Sosialisasi Amnesti Pajak” di Batam. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan sosialisasi amnesti pajak oleh Himbara dan DJP.
Sebelumnya, acara yang sama telah digelar di Balikpapan dan Palembang. Dalam waktu dekat, akan diselenggarakan juga di Jayapura dan Manado. Sementara di luar negeri, Himbara dan DJP juga telah mengadakan sosialisasi di Singapura dan Hongkong.
Pemimpin Wilayah BRI Pekanbaru Sumaryono mengatakan, bahwa bank-bank pemerintah mendukung secara intensif program amnesti pajak ini, karena manfaatnya untuk meningkatkan likuiditas negara, yang pada ujungnya nanti akan berimplikasi kepada perbaikan ekonomi di dalam negeri.
"Karenanya, sebagai bank persepsi, bank-bank anggota Himbara siap memberikan layanan konsultasi sekaligus eksekusi kepada para nasabah yang notabene wajib pajak untuk ikut progarm amnesti pajak ini," kata Sumaryono dalam keterangan tertulis di Jakarta.
Berbagai instrumen produk dan layanan, seperti deposito berjangka, bond, surat utang negara, saham, sukuk dan lain-lain telah disiapkan oleh bank sebagai produk yang dapat dijadikan instrumen investasi dari dana pindahan yang semula ada di luar negeri.
Likuiditas yang tinggi memungkinkan semakin lancarnya pembangunan-pembangunan infrastruktur di Indonesia, yang dampaknya akan langsung dinikmatin oleh rakyat.
Dia berharap, setelah acara ini, keyakinan para wajib pajak (WP) untuk mengikuti amnesti pajak semakin besar. Menurut dia, bank siap menjemput bila bilamana ada wajib pajak potensial yang ingin mendapatkan layanan konsultasi dan eksekusi secara khusus.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Riau dan Kepulauan Riau Jatnika menambahkan, bahwa tingkat partisipasi dari para wajib pajak masih harus banyak ditingkatkan. Jika dibanding jumlah wajib pajak yang ada di wilayah Riau dan Kepulauan Riau, maka prosentase partisipasi wajib pajak di sana relatif masih kecil.
"Padahal potensinya luar biasa, mengingat perekonomian di Batam cenderung stabil dan terus membesar," ungkapnya.
Dia berharap para wajib pajak tidak ragu dan takut untuk mengikuti program amnesti pajak ini. Sedangkan Walikota Batam yang diwakili oleh Assisten II Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Kota Batam Gintoyono menegaskan kembali pernyataan Presiden RI Jokowi, yang menyatakan bahwa amnesti ini bukan pengampunan kepada koruptor.
"Tapi ini merupakan cara mengajak masyarakat untuk lebih sadar dan taat pajak, sekaligus membantu lebih terjaminnya kestabilan perkembangan ekonomi negara," katanya.
Sebelumnya, acara yang sama telah digelar di Balikpapan dan Palembang. Dalam waktu dekat, akan diselenggarakan juga di Jayapura dan Manado. Sementara di luar negeri, Himbara dan DJP juga telah mengadakan sosialisasi di Singapura dan Hongkong.
Pemimpin Wilayah BRI Pekanbaru Sumaryono mengatakan, bahwa bank-bank pemerintah mendukung secara intensif program amnesti pajak ini, karena manfaatnya untuk meningkatkan likuiditas negara, yang pada ujungnya nanti akan berimplikasi kepada perbaikan ekonomi di dalam negeri.
"Karenanya, sebagai bank persepsi, bank-bank anggota Himbara siap memberikan layanan konsultasi sekaligus eksekusi kepada para nasabah yang notabene wajib pajak untuk ikut progarm amnesti pajak ini," kata Sumaryono dalam keterangan tertulis di Jakarta.
Berbagai instrumen produk dan layanan, seperti deposito berjangka, bond, surat utang negara, saham, sukuk dan lain-lain telah disiapkan oleh bank sebagai produk yang dapat dijadikan instrumen investasi dari dana pindahan yang semula ada di luar negeri.
Likuiditas yang tinggi memungkinkan semakin lancarnya pembangunan-pembangunan infrastruktur di Indonesia, yang dampaknya akan langsung dinikmatin oleh rakyat.
Dia berharap, setelah acara ini, keyakinan para wajib pajak (WP) untuk mengikuti amnesti pajak semakin besar. Menurut dia, bank siap menjemput bila bilamana ada wajib pajak potensial yang ingin mendapatkan layanan konsultasi dan eksekusi secara khusus.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Riau dan Kepulauan Riau Jatnika menambahkan, bahwa tingkat partisipasi dari para wajib pajak masih harus banyak ditingkatkan. Jika dibanding jumlah wajib pajak yang ada di wilayah Riau dan Kepulauan Riau, maka prosentase partisipasi wajib pajak di sana relatif masih kecil.
"Padahal potensinya luar biasa, mengingat perekonomian di Batam cenderung stabil dan terus membesar," ungkapnya.
Dia berharap para wajib pajak tidak ragu dan takut untuk mengikuti program amnesti pajak ini. Sedangkan Walikota Batam yang diwakili oleh Assisten II Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Kota Batam Gintoyono menegaskan kembali pernyataan Presiden RI Jokowi, yang menyatakan bahwa amnesti ini bukan pengampunan kepada koruptor.
"Tapi ini merupakan cara mengajak masyarakat untuk lebih sadar dan taat pajak, sekaligus membantu lebih terjaminnya kestabilan perkembangan ekonomi negara," katanya.
(akr)
Lihat Juga :