Sri Mulyani Revisi Pertumbuhan Ekonomi, Darmin Pede Capai 5,2%
Jum'at, 02 September 2016 - 14:50 WIB
Sri Mulyani Revisi Pertumbuhan Ekonomi, Darmin Pede Capai 5,2%
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution tetap merasa yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini bisa mencapai 5,2% meski sudah direvisi oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjadi 5,1% dari sebelumnya 5,2% setelah adanya pemotongan anggaran kementerian dan lembaga (K/L).
Meski merasa yakin, namun Darmin tetap mengakui untuk mencapai pertumbuhan 5,2% bukan perkara mudah dalam kondisi ekonomi Indonesia yang masih belum stabil. "Ya meski sudah direvisi, namun saya tetap yakin ini masih bisa 5,2%. Meskipun sulit dibanding sebelumnya," kata Darmin di kantornya, Jakarta, Jumat (2/9/2016).
Dia meyakini, kontribusi dari Pembentukan Modal Tetap Bruto dalam bentuk investasi mampu berkontribusi lebih mendorong pertumbuhan di semester II/2016. Hal ini karena terdapat beberapa realisasi mega proyek investasi yang kemungkinan besar akan terjadi pada tahun ini.
"Yang kita lihat utamanya itu dari investasi listrik yang proyek 35 ribu megawatt itu sebagian sudah financial proses. Kemudian, ada juga yang financial closing tahun ini, itu mestinya sudah mulai," ujarnya.
Darmin juga mengatakan, pemotongan anggaran yang dilakukan Sri Mulyani akan berdampak terhadap laju pertumbuhan ekonomi. Namun, selama komponen investasi mampu berbicara banyak pada akhir semester, maka tidak akan ada yang perlu dikhawatirkan.
"Kalau investasi kita baik, itu tidak mesti ada pengaruhnya terhadap pertumbuhan. Tapi, kalau semuanya turun, ya jelas saja ada pengaruhnya ke pertumbuhan," tutupnya.
Meski merasa yakin, namun Darmin tetap mengakui untuk mencapai pertumbuhan 5,2% bukan perkara mudah dalam kondisi ekonomi Indonesia yang masih belum stabil. "Ya meski sudah direvisi, namun saya tetap yakin ini masih bisa 5,2%. Meskipun sulit dibanding sebelumnya," kata Darmin di kantornya, Jakarta, Jumat (2/9/2016).
Dia meyakini, kontribusi dari Pembentukan Modal Tetap Bruto dalam bentuk investasi mampu berkontribusi lebih mendorong pertumbuhan di semester II/2016. Hal ini karena terdapat beberapa realisasi mega proyek investasi yang kemungkinan besar akan terjadi pada tahun ini.
"Yang kita lihat utamanya itu dari investasi listrik yang proyek 35 ribu megawatt itu sebagian sudah financial proses. Kemudian, ada juga yang financial closing tahun ini, itu mestinya sudah mulai," ujarnya.
Darmin juga mengatakan, pemotongan anggaran yang dilakukan Sri Mulyani akan berdampak terhadap laju pertumbuhan ekonomi. Namun, selama komponen investasi mampu berbicara banyak pada akhir semester, maka tidak akan ada yang perlu dikhawatirkan.
"Kalau investasi kita baik, itu tidak mesti ada pengaruhnya terhadap pertumbuhan. Tapi, kalau semuanya turun, ya jelas saja ada pengaruhnya ke pertumbuhan," tutupnya.
(izz)
Lihat Juga :