Bisnis Menggurita, James Riady Tak Cukup Sekali Ikut Tax Amnesty
Sabtu, 03 September 2016 - 05:15 WIB
Bisnis Menggurita, James Riady Tak Cukup Sekali Ikut Tax Amnesty
A
A
A
JAKARTA - Chairman Lippo Group James Riady mengaku, tidak cukup bagi dirinya untuk sekali saja ikut program pengampunan pajak atau tax amnesty. Untuk saat ini, baru aset pribadi miliknya yang dideklarasi dan repatriasi lewat program amnesti pajak.
Sementara kerajaan bisnis miliknya, saat ini belum dilaporkan dan diikutsertakan dalam program amnesti pajak. Setiap calon peserta tax amnesty memang memiliki tiga kali kesempatan untuk ikut program amnesti pajak.
"Kelompok kami pun tidak cukup satu gelombang. Memerlukan beberapa gelombang dari tahap I untuk bisa menyelesaikan pekerjaan ini," katanya di Gedung KPP Sudirman, Jakarta, Jumat (2/9) malam.
Menurut James, pihaknya bekerja siang dan malam untuk mempersiapkan aset yang akan dilaporkan. Dirinya tidak ingin ada aset-aset yang tertinggal dan tidak dilaporkan.
"Inipun sama dengan pengusaha kelompok lain, dan ada sebagian membutuhkan waktu lebih lama untuk lebih mengerti. Jadi menurut saya September ini akan melihat jauh lebih banyak lagi meluas," tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya dia mengaku, yang dilakukannya adalah deklarasi dan repatriasi atas harta pribadi yang dimilikinya. Sementara terkait aset perusahaan, hingga saat ini belum diputuskan untuk didaftarkan.
"Jadi tadi kombinasi semuanya (deklarasi dan repatriasi). Yang terkait dengan saya pribadi. Yang perusahaan terus juga berlanjut dengan beberapa tahapan terus berjalan," ungkapnya.
Sementara kerajaan bisnis miliknya, saat ini belum dilaporkan dan diikutsertakan dalam program amnesti pajak. Setiap calon peserta tax amnesty memang memiliki tiga kali kesempatan untuk ikut program amnesti pajak.
"Kelompok kami pun tidak cukup satu gelombang. Memerlukan beberapa gelombang dari tahap I untuk bisa menyelesaikan pekerjaan ini," katanya di Gedung KPP Sudirman, Jakarta, Jumat (2/9) malam.
Menurut James, pihaknya bekerja siang dan malam untuk mempersiapkan aset yang akan dilaporkan. Dirinya tidak ingin ada aset-aset yang tertinggal dan tidak dilaporkan.
"Inipun sama dengan pengusaha kelompok lain, dan ada sebagian membutuhkan waktu lebih lama untuk lebih mengerti. Jadi menurut saya September ini akan melihat jauh lebih banyak lagi meluas," tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya dia mengaku, yang dilakukannya adalah deklarasi dan repatriasi atas harta pribadi yang dimilikinya. Sementara terkait aset perusahaan, hingga saat ini belum diputuskan untuk didaftarkan.
"Jadi tadi kombinasi semuanya (deklarasi dan repatriasi). Yang terkait dengan saya pribadi. Yang perusahaan terus juga berlanjut dengan beberapa tahapan terus berjalan," ungkapnya.
(akr)
Lihat Juga :