Pertamina Dilarang Lenyapkan BBM Premium Secara Paksa
Selasa, 06 September 2016 - 15:11 WIB
Pertamina Dilarang Lenyapkan BBM Premium Secara Paksa
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tidak mengizinkan PT Pertamina (Persero) melenyapkan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium secara paksa. Meskipun, saat ini konsumsi BBM berkadar research octane number (RON) 88 tersebut mulai berkurang.
Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM I GN Wiratmaja Puja mengatakan, kehadiran pertamax, pertalite, ataupun pertamina turbo hanya sebagai bahan bakar alternatif yang lebih bersih. Namun, Pertamina tetap dilarang mengurangi ataupun menarik premium dari pasaran.
"Kalau (pertamax, pertalite, Pertamina turbo) bisa lebih banyak laku daripada premium kan bagus. Karena ini kan lebih clean, lebih Bersih. Semuanya sudah tidak ada subsidi. Yang jelas kita menugaskan pemerintah kepada Pertamina tidak boleh menarik premium, mengurangi premium," katanya di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (6/9/2016).
Menurutnya, pemerintah memang berniat menghilangkan BBM jenis premium lantaran tidak memenuhi standar euro 4. Namun, premium harus dihilangkan perlahan secara natural, dan tidak secara paksa langsung dicabut dari peredaran.
"Roadmap itu untuk euro 4. Jadi, premium ini kan enggak memenuhi euro 4. Nah pelan-pelan kita akan mulai hilangkan, tetapi secara natural bukan dipaksa," imbuh dia.
Wirat menegaskan, premium saat ini tetap harus ada dan dijual di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Sementara, terkait tindakan Pertamina yang mengurangi nozzle premium, dia menilai hal tersebut hanya sebagai strategi pasar semata.
"Itu mungkin strategic di lapangan saja. Bilang di satu SPBU ada juga lorong, satunya solar dan dua premium tapi karena ada pertalite, jadi satunya dipakai buat pertalite. Outlet memang berkurang tapi kuotanya tetap dan tidak boleh berkurang," tandasnya.
Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM I GN Wiratmaja Puja mengatakan, kehadiran pertamax, pertalite, ataupun pertamina turbo hanya sebagai bahan bakar alternatif yang lebih bersih. Namun, Pertamina tetap dilarang mengurangi ataupun menarik premium dari pasaran.
"Kalau (pertamax, pertalite, Pertamina turbo) bisa lebih banyak laku daripada premium kan bagus. Karena ini kan lebih clean, lebih Bersih. Semuanya sudah tidak ada subsidi. Yang jelas kita menugaskan pemerintah kepada Pertamina tidak boleh menarik premium, mengurangi premium," katanya di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (6/9/2016).
Menurutnya, pemerintah memang berniat menghilangkan BBM jenis premium lantaran tidak memenuhi standar euro 4. Namun, premium harus dihilangkan perlahan secara natural, dan tidak secara paksa langsung dicabut dari peredaran.
"Roadmap itu untuk euro 4. Jadi, premium ini kan enggak memenuhi euro 4. Nah pelan-pelan kita akan mulai hilangkan, tetapi secara natural bukan dipaksa," imbuh dia.
Wirat menegaskan, premium saat ini tetap harus ada dan dijual di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Sementara, terkait tindakan Pertamina yang mengurangi nozzle premium, dia menilai hal tersebut hanya sebagai strategi pasar semata.
"Itu mungkin strategic di lapangan saja. Bilang di satu SPBU ada juga lorong, satunya solar dan dua premium tapi karena ada pertalite, jadi satunya dipakai buat pertalite. Outlet memang berkurang tapi kuotanya tetap dan tidak boleh berkurang," tandasnya.
(izz)
Lihat Juga :