Arcandra Sempat Beri Ide Soal Divestasi Saham Freeport

Selasa, 06 September 2016 - 15:50 WIB
Arcandra Sempat Beri...
Arcandra Sempat Beri Ide Soal Divestasi Saham Freeport
A A A
JAKARTA - Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar ternyata sempat memberikan ide terkait pengurangan (divestasi) sebagian saham PT Freeport Indonesia yang sebesar 10,64%. Sayangnya Anggota Komite Tim Tim Divestasi Saham Freeport Budi G Sadikin enggen menyebutkan apa pemikiran Arcandra tersebut.

(Baca Juga: Puluhan Tahun Freeport Tekan RI, Luhut Sebut Tak Akan Terulang)

Dia menerangkan Arcandra langsung menyumbangkan pemikiran terhadap divestasi Freeport, tidak lama setelah dirinya ditunjuk menjadi Menteri ESDM. Sayangnya pembicaraan itu dilakukan di luar tim divestasi.

"Pak Arcandra naik, dia memang tidak ngomong di komite divestasi Freeport. Tapi ada ide dari Pak Arcandra, saya tidak boleh ngomong," ujar Mantan Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk itu kepada wartawan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (6/9/2016).

Menurutnya, segala pernyataan yang terlontar di luar tim divestasi tidak layak disebarkan. Sebab kapasitas Arcandra dalam diskusi itu sebagai Menteri ESDM bukan ketua tim komite divestasi Freeport. "Tidak ngomong karena dia ngomong bukan dalam tim divestasi Freeport. Dalam kondisi dia sebagai menteri, iya saya dengar omongan dia tapi saya enggak boleh ngomong," tegas Budi.

(Baca Juga: Pemerintah Nilai Harga Ideal Divestasi Freeport Rp8,19 T)

Sementara ketika disinggung soal Arcandra Tahar yang mengubah angka penawaran, Budi tetap enggan memberitahukan. Seperti diketahui, Arcandra sebelumnya juga mengubah nilai investasi Blok Masela. "Soal harga enggak boleh ngomong, kan itu dalam pertemuan enggak boleh diomongin di luar. Kalau Pak Luhut belum ngomong soal divestasi Freeport," pungkasnya.

Sebelumnya Kementerian ESDM mengungkapkan bahwa harga ideal divestasi saham 10,64% PT Freeport Indonesia berdasarkan perhitungan replacement cost atau biaya penggantian investasi hanyalah sekitar USD630 juta atau sekitar Rp8,19 triliun dengan kurs Rp13.000/USD. Harga ini separuh lebih rendah dari harga yang ditawarkan Freeport sebesar USD1,7 miliar.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Smelter Manyar Jadi...
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup
Produksi Katoda Dimulai,...
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat
Tarif Impor AS Tak Guncang...
Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi
PT Freeport Indonesia...
PT Freeport Indonesia Raih Pengakuan Global Esri untuk Inovasi dan Dampak Keberlanjutan
PTFI Perkuat Fondasi...
PTFI Perkuat Fondasi Ekonomi Papua Tengah, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan lewat Investasi Jangka Panjang
Berita Terkini
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
20 menit yang lalu
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
58 menit yang lalu
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
1 jam yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
1 jam yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
4 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
4 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved