Layanan Kargo Internasional PT JAS Kembali Operasi di Bandara Juanda

Rabu, 07 September 2016 - 03:22 WIB
Layanan Kargo Internasional...
Layanan Kargo Internasional PT JAS Kembali Operasi di Bandara Juanda
A A A
JAKARTA - Penyedia jasa kargo internasional di Bandara Juanda Surabaya, PT Jasa Angkasa Semesta (JAS) menyatakan siap kembali beroperasi. Pengoperasian kembali setelah sebelumnya PT Angkasa Pura I menghentikan dan mengambilalih pengelolaan terminal kargo yang selama ini dijalankan PT JAS dan menerbitkan pengoperasian anak usaha kargo melalui PT Angkasa Pura Logistik.

Head Corporate Secretary and Legal PT JAS, Yoyok Priyowiwoho, mengatakan pihaknya kini tengah melakukan persiapan alat-alat dan melakukan instal ulang pada sejumlah sistem di Bandara Juanda. "Kami baru mereinstal sistem dan alat-alat lagi. Artinya, sudah ada pembicaraan dimana kami diminta aktif kembali," kata dia melalui pesan singkat di Jakarta, Selasa (6/9/2016).

Menurut dia, PT JAS tidak beroperasi sejak tanggal 4 September 2016, sebab belum ada pembicaraan secara detail bahwa terdapat dua operator jasa kargo internasional di Surabaya. "Sebelumnya hanya kami yang beroperasi untuk kargo bandara internasional. Ketika pencabutan dilakukan ternyata ada Angkasa Pura Logistik. Namun kami hormati itu, dan pembicaraan mengenai pengaktivan kembali PT Jas baru dibicarakan," ujar dia.

Sebelumnya, PT Angkasa Pura I mengambil alih pengelolaan terminal kargo dan mencabut izin jasa kargo kebandarudaraan di Bandara Juanda. Pencabutan berkaitan dengan pelaksanaan aturan Undang-Undang No 1 Tahun 2009 tentang penerbangan dan Peraturan Menteri Perhubungan No 187 Tahun 2015. Aturan tersebut menyebutkan Angkasa Pura I berkewajiban menjadi penyelenggara jasa bandar udara meliputi terminal penumpang, terminal kargo dan pos. Aturan tersebut mulai berlaku sejak 4 September 2016.

Direktur Marketing dan Pengembangan Usaha PT Angkasa Pura I (Persero) Mochammad Asrori mengatakan, sesuai dengan undang-undang terdapat dua jenis terminal di bandara yakni terminal penumpang dan terminal kargo, yang dikelola PT Angkasa Pura.

"Kemarin itu, sifatnya PT JAS menyewa terminal kargo dengan sistem bagi hasil. Nah, kami mau menjalankan undang-undang maka dicabut izinnya. Namun PT JAS bisa aktif operasi kembali setelah memiliki izin yang baru. Makanya ini sedang kita proses," ucap dia dalam konferensi pers di Kantor PT Angkasa Pura I di Jakarta, Selasa (6/9/2016).

Asrori menambahkan, secara bertahap pihaknya akan menerapkan aturan tersebut pada semua bandara yang dikelolanya. Kata dia, potensi pendapatan di sektor kargo cukup besar mengingat besarnya pasar ekspor melalui angkutan pesawat.

"Saya kira potensinya cukup besar. Karena melihat pasar ekspor kita juga besar di luar negeri. Tahun ini saya kira bisa bertambah 5-6% menjadi 98.000 ton. Beda di tahun sebelumnya hanya 95.000 ton atau rata-rata per tahun Rp10 miliar," pungkas dia.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Angkasa Pura I Tandatangani...
Angkasa Pura I Tandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Pemenang Seleksi Mitra Pengelola Kargo dan Pos di Dua Bandara
Angkasa Pura Dukung...
Angkasa Pura Dukung Layanan Penerbangan Langsung Komoditas Ekspor
Bandara SAMS Sepinggan...
Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan Raih Penghargaan The ACI Director General’s Roll of Excellence in Airport Service Quality
Bandara I Gusti Ngurah...
Bandara I Gusti Ngurah Rai Hadirkan Layanan Akses Internet 5G Berkecepatan Tinggi
Pergerakan Penumpang...
Pergerakan Penumpang pada Puncak Arus Mudik 29 April Mencapai 174.910 Penumpang
Angkasa Pura I Layani...
Angkasa Pura I Layani 3,4 Juta Penumpang Sepanjang April 2022
Berita Terkini
IHSG Ambruk 4,55% dalam...
IHSG Ambruk 4,55% dalam Sepekan, Ini Saham-saham yang Cuan dan Boncos
2 jam yang lalu
Investor Saham Meningkat,...
Investor Saham Meningkat, Stockbit Andalkan Keamanan Berlapis
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000, Buyback Melesat Rp38.000 per Gram
2 jam yang lalu
Cegah Kebocoran Devisa...
Cegah Kebocoran Devisa Hasil Ekspor, DSI Fokus Dongkrak Penerimaan Negara
3 jam yang lalu
Salah Pilih Rekening...
Salah Pilih Rekening Tujuan? Cara Batalkan Pencairan Pinjaman Kredivo
4 jam yang lalu
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
4 jam yang lalu
Infografis
Amnesty Internasional...
Amnesty Internasional Tegaskan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved