Tak Perlu Payung Hukum, Pertamina Siap Ambil Blok Mahakam

Rabu, 07 September 2016 - 17:44 WIB
Tak Perlu Payung Hukum,...
Tak Perlu Payung Hukum, Pertamina Siap Ambil Blok Mahakam
A A A
JAKARTA - Langkah PT Pertamina (Persero) mengambil hak kelola Blok Mahakam di Kalimantan Timur dari Total E&P Indonesie semakin mudah. Pasalnya, perseroan bisa mulai menyuntik investasi ke blok migas tersebut ‎tanpa perlu menunggu payung hukum dari Pemerintah.

Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam mengungkapkan, Pertamina Hulu Mahakam bisa melakukan Work Program and Budget mulai tahun depan. Nantinya, investasi yang dimasukkan Pertamina tersebut bisa dimasukkan dalam cost recovery di 2017.

"‎Rapat memastikan bahwa Pertamina Hulu Mahakam bisa melakukan Work Program and Budget di 2017 dan nanti setelah 2018 bisa di-cost recovery. Intinya itu," katanya di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (7/9/2016).

Sebelumnya, Pertamina dikatakan harus menunggu dua peraturan hukum dari Pemerintah sebelum memasukkan investasi di Mahakam.‎ Dua beleid tersebut adalah Surat Keputusan (SK) dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) dan revisi Peraturan Menteri ESDM Nomor 15 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi yang Akan Berakhir Kontrak Kerja Samanya.

Namun, Syamsu memastikan Pertamina bisa masuk ke Blok Mahakam tanpa perlu menunggu dua beleid tersebut. Pertamina hanya perlu merevisi kontrak bagi hasil (Production Sharing Contract/PSC) Mahakam. (Baca: Pertamina Hulu Energi Usulkan Amandemen Perjanjian Jual Beli Gas)

"‎Tadi dari diskusi ada beberapa opsi. Mungkin langsung bisa dicover di dalam PSC. Amandemen PSC. Kayaknya enggak perlu (SK SKK Migas dan revisi Permen ESDM Nomor 15/2015), dari PSC saja lebih kuat," imbuh dia.

Dia menambahkan, nantinya amandemen PSC tersebut akan mengakomodasi keinginan BUMN migas ini untuk memulai melakukan aktivitasnya di Blok Mahakam pada tahun depan.

"Mengakomodasi kami nanti pada 2017 sudah harus bisa melakukan aktivitas. Tapi harus dijamin bahwa aktivitas kami itu bisa di-cost recovery. Klausulnya dimasukan dalam amandemen PSC secepatnya. Yang harus menyelesaikan adalah SKK Migas dan ESDM‎," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kelola 2 Blok Migas...
Kelola 2 Blok Migas Raksasa, Pengamat: Pertamina Menjawab Keraguan
Gandeng Eni, Pertamina...
Gandeng Eni, Pertamina Resmi Kelola Blok Peri Mahakam
PHI Capai Produksi Minyak...
PHI Capai Produksi Minyak 47.800 Bph di Triwulan II/2021
GM PHM: Tantangan Kian...
GM PHM: Tantangan Kian Berat, Kami Tetap Optimistis
Cari Cadangan Ekonomis,...
Cari Cadangan Ekonomis, PHM Mulai Bor Sumur Eksplorasi TDE C-1X
Topang Produksi WK Mahakam,...
Topang Produksi WK Mahakam, PHM Mulai Proses Sail Away Jacket Proyek JSN
Berita Terkini
BCA Gelar BYC Fest 2026...
BCA Gelar BYC Fest 2026 Dukung Kolaborasi Pengusaha Muda
44 menit yang lalu
Sinergi Lintas Sektor...
Sinergi Lintas Sektor Percepat Penurunan Stunting menuju Indonesia Emas 2045
1 jam yang lalu
Sepekan ke Depan, Rupiah...
Sepekan ke Depan, Rupiah Masih Akan Dibayangi Tekanan
1 jam yang lalu
BRI Life Hadirkan Solusi...
BRI Life Hadirkan Solusi Perlindungan Kesehatan dan Finansial
4 jam yang lalu
IHSG Naik 0,34% dalam...
IHSG Naik 0,34% dalam Sepekan, Ini Daftar Saham Cuan dan Rugi Terbesar
4 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Daerah,...
Perkuat Ekonomi Daerah, Dana Bagi Hasil Tambang Perlu Dievaluasi
5 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved