IHSG Diperkirakan Menguat, Cermati 8 Saham Ini
Kamis, 08 September 2016 - 08:10 WIB
IHSG Diperkirakan Menguat, Cermati 8 Saham Ini
A
A
A
JAKARTA - Analis Reliance Securities Lanjar Nafi memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini masih akan bergerak untuk kembali mencoba menguat dengan range pergerakan 5320-5440.
Menurutnya, pergerakan IHSG secara teknikal masih bergerak terkonsolidasi terlihat belum mampu kuat break out MA25 sebagai support terdekatnya sekaligus level konfirmasi dari rebound pada lower bands dan fractal support.
"Indikator Stochastic bergerak sangat positif dengan momentum RSI yang terus mencoba break out MA15 momentum sebagai konfirmasi pembalikan arah," kata dia di Jakarta, Kamis (8/9/2016).
Sementara, IHSG kemarin bergerak cenderung mengalami tekanan sejak awal sesi perdagangan meskipun ditutup menguat 9,25 poin atau 0,17% di level 5.381,35 dengan volume perdagangan yang cukup tinggi. Di mana, investor asing melakukan aksi jual bersih sebesar Rp237,51 miliar menyusul mayoritas bursa saham di Asia mengalami tekanan.
Sektor industri dasar dan infrastruktur menjadi sektor penekan IHSG, sedangkan sektor keuangan perbankkan dan pertambangan menguat di atas 0,5% pada perdagangan hari ini.
Kebijakan pemerintah mengenai izin ekspor konsentrat pada delapan jenis mineral mulai awal 2017 menjadi sentimen pada sektor pertambangan kemarin, di saat data indeks keyakinan konsumen Indonesia turun berkontraksi di level 113,3 dari 114,2 di periode sebelumnya dengan ekspektasi awal naik 114,5.
Adapun sejumlah saham yang dapat dicermati pada perdagangan hari ini yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT MNC Investama Tbk (BHIT), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).
Selain itu, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS), PT Semen Indonesia Tbk (SMG), dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM).
Menurutnya, pergerakan IHSG secara teknikal masih bergerak terkonsolidasi terlihat belum mampu kuat break out MA25 sebagai support terdekatnya sekaligus level konfirmasi dari rebound pada lower bands dan fractal support.
"Indikator Stochastic bergerak sangat positif dengan momentum RSI yang terus mencoba break out MA15 momentum sebagai konfirmasi pembalikan arah," kata dia di Jakarta, Kamis (8/9/2016).
Sementara, IHSG kemarin bergerak cenderung mengalami tekanan sejak awal sesi perdagangan meskipun ditutup menguat 9,25 poin atau 0,17% di level 5.381,35 dengan volume perdagangan yang cukup tinggi. Di mana, investor asing melakukan aksi jual bersih sebesar Rp237,51 miliar menyusul mayoritas bursa saham di Asia mengalami tekanan.
Sektor industri dasar dan infrastruktur menjadi sektor penekan IHSG, sedangkan sektor keuangan perbankkan dan pertambangan menguat di atas 0,5% pada perdagangan hari ini.
Kebijakan pemerintah mengenai izin ekspor konsentrat pada delapan jenis mineral mulai awal 2017 menjadi sentimen pada sektor pertambangan kemarin, di saat data indeks keyakinan konsumen Indonesia turun berkontraksi di level 113,3 dari 114,2 di periode sebelumnya dengan ekspektasi awal naik 114,5.
Adapun sejumlah saham yang dapat dicermati pada perdagangan hari ini yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT MNC Investama Tbk (BHIT), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).
Selain itu, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS), PT Semen Indonesia Tbk (SMG), dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM).
(izz)
Lihat Juga :