Rupiah dan IHSG Siang Ini Kompak Melemah
Kamis, 08 September 2016 - 12:30 WIB
Rupiah dan IHSG Siang Ini Kompak Melemah
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi siang ini berbalik melemah setelah pada pembukaan tadi pagi sempat menguat, meski tidak terlalu tinggi. Pelemahan mata uang Garuda ini seiring dengan melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di sesi I.
Posisi rupiah menurut data Yahoo Finance, hingga sesi I ada di level Rp13.095/USD dengan kisaran harian Rp13.052-Rp13.106/USD. Posisi ini melemah dibanding penutupan kemarin di level Rp13.080/USD.
Menurut data Bloomberg, rupiah siang berada pada posisi Rp13.098/USD atau memburuk dibanding penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.085/USD dengan kisaran Rp13.067-Rp13.120.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah melemah tipis di level Rp13.090/USD. Posisi ini tercatat melemah dari posisi sebelumnya di level Rp13.086/USD.
Di sisi lain Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini balik ke zona merah, setelah pada perdagangan tadi pagi dibuka menguat tipis. Siang Ini IHSG melemah 6,58 poin atau -,12% ke level 5.374,77.
Sementara pada sesi pagi, IHSG dibuka menguat 0,81 poin atau 0,02% ke level 5.382,16 pada saat bursa Asia kembali dibuka mixed. Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup naik 9,26 poin atau 0,17% ke level 5.381,35.
Sektor saham dalam negeri mayoritas melemah. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah sektor aneka industri yang menguat 0,88% dan sektor yang mengalami penurunan terdalam adalah sektor properti dan perdagangan yang sama-sama melemah 0,56%.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,62 triliun dengan 2,75 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp150,84 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,08 triliun, sedangkan aksi beli asing mencapai Rp931,72 triliun. Tercatat 105 saham menguat, 162 saham melemah dan 105 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat di antaranya PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST), PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL), PT Provident Agro Tbk (PALM). Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), dan PT Surya Toto Indonesia Tbk (TOTO).
Posisi rupiah menurut data Yahoo Finance, hingga sesi I ada di level Rp13.095/USD dengan kisaran harian Rp13.052-Rp13.106/USD. Posisi ini melemah dibanding penutupan kemarin di level Rp13.080/USD.
Menurut data Bloomberg, rupiah siang berada pada posisi Rp13.098/USD atau memburuk dibanding penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.085/USD dengan kisaran Rp13.067-Rp13.120.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah melemah tipis di level Rp13.090/USD. Posisi ini tercatat melemah dari posisi sebelumnya di level Rp13.086/USD.
Di sisi lain Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini balik ke zona merah, setelah pada perdagangan tadi pagi dibuka menguat tipis. Siang Ini IHSG melemah 6,58 poin atau -,12% ke level 5.374,77.
Sementara pada sesi pagi, IHSG dibuka menguat 0,81 poin atau 0,02% ke level 5.382,16 pada saat bursa Asia kembali dibuka mixed. Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup naik 9,26 poin atau 0,17% ke level 5.381,35.
Sektor saham dalam negeri mayoritas melemah. Sektor dengan penguatan tertinggi adalah sektor aneka industri yang menguat 0,88% dan sektor yang mengalami penurunan terdalam adalah sektor properti dan perdagangan yang sama-sama melemah 0,56%.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,62 triliun dengan 2,75 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp150,84 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,08 triliun, sedangkan aksi beli asing mencapai Rp931,72 triliun. Tercatat 105 saham menguat, 162 saham melemah dan 105 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat di antaranya PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST), PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL), PT Provident Agro Tbk (PALM). Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), dan PT Surya Toto Indonesia Tbk (TOTO).
(izz)
Lihat Juga :