Kerap Hilang, Elpiji Bersubsidi di Daerah Ini Tidak Tepat Sasaran

Jum'at, 09 September 2016 - 01:20 WIB
Kerap Hilang, Elpiji...
Kerap Hilang, Elpiji Bersubsidi di Daerah Ini Tidak Tepat Sasaran
A A A
KARANGANYAR - Pemerintah Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, menilai distribusi elpiji ukuran tiga kilogram saat ini kurang tepat sasaran. Pasalnya gas ukuran tiga kilogram itu kerap menghilang secara tiba-tiba di pasaran sehingga masyarakat dirugikan.

Kepala Bagian Perekonomian Pemerintah Kabupaten Karanganyar, Timotius Suryadi, mengatakan gas melon memang sering langka di pasaran dalam kondisi tertentu. Seharusnya, sebagai salah satu kebutuhan pokok, gas elpiji tersebut harus selalu terpenuhi setiap waktu. Apalagi jumlah barang yang didistribusikan sudah sesuai dengan kebutuhan yang ada di Kabupaten karanganyar.

Ia menduga kelangkaan yang muncul saat ini disebabkan adanya oknum pengusaha yang menggunakan gas melon untuk bahan bakar industri mereka. Penggunaan pun dilakukan dalam jumlah yang cukup banyak. Sehingga menimbulkan kelangkaan yang mengakibatkan rakyat miskin susah mendapatkan gas ukuran tiga kilogram.

“Jatah elpiji bersubsidi seringkali disalahgunakan oleh orang lain yang seharusnya menggunakan elpiji non subsidi,” tandas Timotius, Kamis (8/9/2016).

Agar kasus seperti itu tidak terus terjadi, pihaknya meminta masyarakat ikut mengawasi pendistribusian gas elpiji ukuran tiga kilogram. Saat masyarakat mau ikut mengawasi maka penyalahgunaan bisa diminimalisasi sedemikian rupa. Jika ada indikasi penyalahgunaan yang dilakukan oknum tertentu, masyarakat bisa langsung melaporkannya baik kepada pemerintah atau polisi.

Setiap laporan yang masuk bakal direspons dengan baik dan diselesaikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Timotius juga meminta kepada pangkalan untuk tidak menjual elpiji tiga kilogram kepada orang yang tidak berhak. Hanya orang miskin yang seharusnya menggunakan gas tersebut. Sedangkan untuk orang kaya atau industri berskala besar harus menggunakan gas non subsidi.

"Mari kita awasi bersama demi kepentingan bersama, jangan sampai ke depan ada kelangkaan lagi seperti beberapa waktu yang lalu," ucapnya.

Sebenarnya untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, pihaknya bersama Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) telah berupaya menata alur distrubusi gas dengan baik agar pembagiannya lebih merata.

Diantaranya menambah pangkalan gas elpiji yang ada di Karanganyar. Saat ini setiap desa paling tidak ada satu pangkalan di beberapa tempat. Jumlah pangkalan juga bisa lebih dari tiga. Tetapi kenyataanya masih saja ada oknum yang memanfaatkan gas subsidi untuk kepentingan lain.

Sales Eksekutive Pertamina Regional Surakarta Uki Atmanegara, menyebutkan pasokan elpiji di Kabupaten Karanganyar tidak bisa ditambah lagi. Menurutnya setiap hari Karanganyar mendapatkan jatah elipiji tiga kilogram sekitar 29.000 tabung. Jumlah itu sudah disesuaikan dengan kebutuhan yang ada di Karanganyar. Penambahan pasokan bukan solusi yang efektif, akan tetapi kontrol distribusi yang penting untuk dilakukan saat ini.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tips Menghemat LPG,...
Tips Menghemat LPG, Dijamin Awet Meski Masak Setiap Hari
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran...
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran Beli LPG 3 Kg Pakai KTP
Harga Gas Elpiji Non...
Harga Gas Elpiji Non Subsidi di Maros Naik Rp15 Ribu
Kecanduan LPG, Impor...
Kecanduan LPG, Impor 2021 Naik Jadi 7,2 Juta Ton
Harga Elpiji Non-Subsidi...
Harga Elpiji Non-Subsidi 2 Kali Naik, Siap-siap Gas Melon Jadi Langka
Istana Pastikan Warung...
Istana Pastikan Warung Kelontong Bisa Kembali Jual Gas LPG 3 Kg Hari Ini
Berita Terkini
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Turun ke 5.865, Mayoritas Saham Berada di Zona Merah
12 menit yang lalu
Kesepakatan Damai Batal!...
Kesepakatan Damai Batal! AS Gempur Balik Iran, Harga Minyak Ngamuk Lagi
1 jam yang lalu
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
2 jam yang lalu
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
11 jam yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
11 jam yang lalu
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
12 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved