Rupiah dan IHSG Sesi I Makin Terjungkal
Jum'at, 09 September 2016 - 11:54 WIB
Rupiah dan IHSG Sesi I Makin Terjungkal
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi siang ini bergerak melemah setelah pada tadi pagi dibuka mendatar. Pelemahan mata uang Garuda ini dfi tengah makin terjungkalnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di sesi I.
Posisi rupiah menurut data Yahoo Finance, hingga sesi I ada di level Rp13.078/USD dengan kisaran harian Rp13.052-Rp13.085/USD. Posisi ini semakin terpuruk dari pembukaan tadi pagi atau penutupan kemarin di level Rp13.060/USD.
Menurut data Bloomberg, rupiah siang berada pada posisi Rp13.086/USD atau semakin tidak baik dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.063/USD degan kisaran harian Rp13.065-Rp13.100/USD.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah di level Rp13.089/USD. Posisi ini tercatat lebih baik dari posisi sebelumnya di level Rp13.090/USD.
Di sisi lain Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini semakin terjerumus ke zona merah, setelah pada perdagangan tadi pagi dibuka melemah. Siang Ini IHSG terjungkal 57,50 poin atau 1,07% ke level 5.313,58.
Sementara pada sesi pagi, IHSG dibuka berkurang 14,38 poin atau 0,27% ke level 5.356,70 pada saat bursa saham Asia dibuka melemah. Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup melemah 10,28 poin atau 0,19% ke level 5.371,08.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,93 triliun dengan 3,46 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp406,32 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,47 triliun, sedangkan aksi beli asing mencapai Rp1,07 triliun. Tercatat 72 saham menguat, 203 saham melemah dan 87 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat di antaranya PT Indofarma Tbk (INAF), PT Bali Topwerindo Sentra Tbk (BALI), dan PT Bumi Teknokultural Unggul Tbk (BTEK). Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Astra International Tbk (ASII).
Posisi rupiah menurut data Yahoo Finance, hingga sesi I ada di level Rp13.078/USD dengan kisaran harian Rp13.052-Rp13.085/USD. Posisi ini semakin terpuruk dari pembukaan tadi pagi atau penutupan kemarin di level Rp13.060/USD.
Menurut data Bloomberg, rupiah siang berada pada posisi Rp13.086/USD atau semakin tidak baik dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.063/USD degan kisaran harian Rp13.065-Rp13.100/USD.
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah di level Rp13.089/USD. Posisi ini tercatat lebih baik dari posisi sebelumnya di level Rp13.090/USD.
Di sisi lain Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini semakin terjerumus ke zona merah, setelah pada perdagangan tadi pagi dibuka melemah. Siang Ini IHSG terjungkal 57,50 poin atau 1,07% ke level 5.313,58.
Sementara pada sesi pagi, IHSG dibuka berkurang 14,38 poin atau 0,27% ke level 5.356,70 pada saat bursa saham Asia dibuka melemah. Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup melemah 10,28 poin atau 0,19% ke level 5.371,08.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp2,93 triliun dengan 3,46 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp406,32 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp1,47 triliun, sedangkan aksi beli asing mencapai Rp1,07 triliun. Tercatat 72 saham menguat, 203 saham melemah dan 87 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat di antaranya PT Indofarma Tbk (INAF), PT Bali Topwerindo Sentra Tbk (BALI), dan PT Bumi Teknokultural Unggul Tbk (BTEK). Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Astra International Tbk (ASII).
(izz)
Lihat Juga :