Rupiah Akhir Pekan Ditutup Lesu, USD Tergelincir Lawan Yen

Jum'at, 09 September 2016 - 17:00 WIB
Rupiah Akhir Pekan Ditutup...
Rupiah Akhir Pekan Ditutup Lesu, USD Tergelincir Lawan Yen
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan akhir pekan berakhir masih berada dalam tren negatif. Kondisi tidak stabilnya mata uang Garuda terjadi saat USD tertekan terhadap beberapa mata uang utama.

(Baca Juga: Rupiah dan IHSG Sesi I Makin Terjungkal)

Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berakhir di level Rp13.096/USD dengan kisaran harian Rp13.052-Rp13.096/USD. Posisi rupiah terlihat masih melemah dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.060/USD.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg sore ini berada pada level Rp13.108/USD atau jauh lebih rendah jika dibanding penutupan kemarin, yang berada di level Rp13.063/USD. Pergerakan mata uang Garuda hari ini berada pada kisaran harian Rp13.065-Rp13.132/USD.

Menurut data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah akhir pekan ditutup pada posisi Rp13.080/USD atau tidak lebih baik dibanding penutupan kemarin yang berada di level Rp13.095/USD.

Di sisi lain berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah hari ini justru membaik di level Rp13.089/USD. Posisi ini tercatat naik tipis dari posisi sebelumnya di level Rp13.090/USD.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (9/9/2016) dolar Amerika Serikat (USD) berada di bawah tekanan ketika terjatuh lebih dari 1% selama sepekan terhadap beberapa mata uang utama. Pidato petinggi The Fed Lael Brainard membuat spekulasi seputar kenaikan suku bunga acuan atau Fed rate kembali mereda.

Hal tersebut membantu euro mencetak keuntungan terhadap USD, ditambah setelah pertemuan Bank Sentral Eropa yang mencoba mengurangi kebijakan demi menjaga euro. "Euro mendapatkan tambahan kemarin, tapi pidato Brainard membuat banyak orang gugup," terang Kepala Manajemen Portofolio Millenium Global Richard Benson.

Penguatan euro dan yen telah menjadikan mereka mata uang yang digemari investor selama beberapa pekan terakhir. Keduanya berada dalam trek positif di tengah pelonggaran yang akan dilakukan oleh Bank of Japan (BoJ) dan ECB yang terlihat secara substansial seperti bank masih cukup kekuatan untuk menjaga nilai tukar.

"Saya katakan ada banyak ketidakpastian pada yen, tapi untuk euro masih ada keraguan tentang kemampuan ESB (Bank Sentral Eropa) untuk berbuat lebih banyak," sambung Benson.

Tercatat USD jatuh terhadap yen sebesar 0,4% dalam perdagangan di Eropa pada akhir pekan ini untuk mencetak trek kerugian selama satu pekan di level 1,8%. Sedangkan euro lebih tinggi 0,1% melawan USD pada level 1.1278, meskipun berkurang tipis dibandingkan kemarin 1.13. Sementara indeks USD pada perdagangan akhir pekan sedikit lebih lemah pada level 94.852 terhadap beberapa mata uang utama.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
AFI Tawarkan Perlindungan...
AFI Tawarkan Perlindungan Jiwa Lintas Generasi Perkuat Ketahanan Finansial
1 jam yang lalu
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
1 jam yang lalu
PNM Bawa Suara Jutaan...
PNM Bawa Suara Jutaan Pengusaha Ultra Mikro di Halal Expo Indonesia 2026
1 jam yang lalu
Sabet Dua Penghargaan,...
Sabet Dua Penghargaan, Great Eastern Life Bersinar di Ajang Insurance Asia Awards 2026
2 jam yang lalu
Aturan Baru Outsourcing...
Aturan Baru Outsourcing Masuk Tahap Finalisasi, Said Iqbal: Target Rampung Juli 2026
2 jam yang lalu
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
2 jam yang lalu
Infografis
Klasemen Akhir Perolehan...
Klasemen Akhir Perolehan Medali SEA Games 2025: Indonesia Runner-up
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved