USD Pulih, Rupiah Makin Anjlok ke Kisaran Level Rp13.160/USD
Selasa, 13 September 2016 - 16:51 WIB
USD Pulih, Rupiah Makin Anjlok ke Kisaran Level Rp13.160/USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan ini ditutup semakin terpuruk, selepas libur panjang. Kondisi tidak stabilnya mata uang Garuda terjadi saat USD mulai membaik terhadap beberapa mata uang utama.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berakhir di level Rp13.160/USD dengan kisaran harian Rp13.095-Rp13.193/USD. Posisi rupiah tidak berdaya dibandingkan dari penutupan akhir pekan kemarin yang berada di level Rp13.096/USD.
Menurut data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah ditutup pada posisi Rp13.187/USD atau semakin memburuk dibanding penutupan sebelumnya Rp13.080/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg sore ini berada pada level Rp13.168/USD atau jauh lebih buruk jika dibanding penutupan sebelumnya, yang berada di level Rp13.108/USD. Pergerakan mata uang Garuda hari ini berada pada kisaran harian Rp13.130-Rp13.218/USD.
Sementara berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah juga tertekan di level Rp13.151/USD. Posisi ini tercatat merosot tajam dari posisi sebelumnya di level Rp13.089/USD.
Dilansir Reuters, Selasa (13/9/2016) USD semakin membaik pada awal perdagangan di Eropa hari ini, setelah sebelumnya sempat tergelincir terimbas pidato pejabat Fed Lael Brainard terkait kenaikan suku bunga acuan AS alias Fed rate. Ada banyak spekulasi yang beredar seputar kenaikan suku bunga AS, apakah itu akan terjadi bulan ini atau di akhir tahun.
"Kami telah memiliki begitu banyak informasi dan mis informasi (berdasarkan kemungkinan kenaikan suku bunga). Kini pasar hanya wait dan see. Kami telah memiliki sejumlah dukungan komentar hawks. Tapi mereka masih harus berjuang menyakinkan pasar. USD saat ini berada di tengah-tengah," kata Ahli Strategi Bank of New York Neil Mellor.
Indeks USD yang mengukur greenback terhadap beberapa mata uang utama mengalami kenaikan 0,2%. Sedangkan euro tergelincir 0,1% melawan yen menjadi 1.1220 saat yen terhadap USD bergerak mendatar di level 101.90. Di sisi lain poundsterling melemah 0,3% menjadi di bawah 1,33.
Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah berakhir di level Rp13.160/USD dengan kisaran harian Rp13.095-Rp13.193/USD. Posisi rupiah tidak berdaya dibandingkan dari penutupan akhir pekan kemarin yang berada di level Rp13.096/USD.
Menurut data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah ditutup pada posisi Rp13.187/USD atau semakin memburuk dibanding penutupan sebelumnya Rp13.080/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg sore ini berada pada level Rp13.168/USD atau jauh lebih buruk jika dibanding penutupan sebelumnya, yang berada di level Rp13.108/USD. Pergerakan mata uang Garuda hari ini berada pada kisaran harian Rp13.130-Rp13.218/USD.
Sementara berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah juga tertekan di level Rp13.151/USD. Posisi ini tercatat merosot tajam dari posisi sebelumnya di level Rp13.089/USD.
Dilansir Reuters, Selasa (13/9/2016) USD semakin membaik pada awal perdagangan di Eropa hari ini, setelah sebelumnya sempat tergelincir terimbas pidato pejabat Fed Lael Brainard terkait kenaikan suku bunga acuan AS alias Fed rate. Ada banyak spekulasi yang beredar seputar kenaikan suku bunga AS, apakah itu akan terjadi bulan ini atau di akhir tahun.
"Kami telah memiliki begitu banyak informasi dan mis informasi (berdasarkan kemungkinan kenaikan suku bunga). Kini pasar hanya wait dan see. Kami telah memiliki sejumlah dukungan komentar hawks. Tapi mereka masih harus berjuang menyakinkan pasar. USD saat ini berada di tengah-tengah," kata Ahli Strategi Bank of New York Neil Mellor.
Indeks USD yang mengukur greenback terhadap beberapa mata uang utama mengalami kenaikan 0,2%. Sedangkan euro tergelincir 0,1% melawan yen menjadi 1.1220 saat yen terhadap USD bergerak mendatar di level 101.90. Di sisi lain poundsterling melemah 0,3% menjadi di bawah 1,33.
(akr)