IHSG Ditutup Jatuh ke Level 5.146, Bursa Asia Tertekan
Rabu, 14 September 2016 - 16:36 WIB
IHSG Ditutup Jatuh ke Level 5.146, Bursa Asia Tertekan
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan hari ini ditutup anjlok saat bursa utama Asia berakhir lebih rendah. Pasar saham Tanah Air di tengah pekan berakhir dengan kehilangan 69,53 poin atau 1,33% ke level 5.146,04.
Sementara, IHSG pada sesi I turun 79,41 poin atau setara dengan 1,52% ke level 5.136,15 dan pada sesi pagi, bursa saham Tanah Air dibuka kehilangan 45,63 poin atau 0,87% ke level 5.169,93. Kemarin, perdagangan ditutup menyusut 66,35 poin atau 1,26% ke level 5.215,57.
Dilansir CNBC, Rabu (14/9/2016) mayoritas bursa Asia mengalami kejatuhan pada akhir perdagangan sore ini, di tengah ketidakpastian Bank Sentral Amerika Serikat (AS) apakah akan menaikkan suku bunga acuan atau tidak. Kondisi tersebut memacu kekhawatiran akan lonjakan dalam volatilitas.
Indeks Nikkei Jepang ditutup turun 0,69% atau setara dengan 114,80 poin ke level 16.614,24, sementara indeks Topix menyusut 8,25 poin atau 0,62% menjadi 1.314,74. Bursa saham di daratan China juga mengalami pelemahan saat indeks Shanghai berkurang 20,83 poin atau 0,69% di level 3.002,67.
Pelemahan juga terjadi pada indeks Hang Seng yang berkurang 0,11% atau 25,12 menjadi 23.190,64 mengiringi penurunan indeks Strait Times sebesar 0,15% atau setara dengan 4,22 poin ke level 2.814,16. Di sisi lain bursa saham Australia justru naik 19,92 poin atau 0,38% ke level 5.227,70, meski sektor energi dan material berkurang 1,44% dan 0,61% untuk masing-masing.
Kondisi pasar diperkirakan akan tetap stabil ketika Bank Sentral AS dan Bank of Japan akan menggelar pertemuan pekan depan. Analis Pasar dari CMC Markets Ric Spooner mengatakan investor masih gugup, ketika sells off terus berlanjut.
Sektor saham dalam negeri pada hari ini secara keseluruhan berada di jalur negatif. Sektor dengan kejatuhan paling dalam menimpa aneka industri yang melemah sebesar 2,48% diikuti pelemahan sektor konsumen 1,92%.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp6,91 triliun dengan 7,09 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp921,0 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp3,25 triliun, sedangkan aksi beli asing mencapai sebesar Rp2,33 triliun. Tercatat 84 saham menguat, 241 saham melemah dan 80 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) bertambah Rp1.000 menjadi Rp61.000, PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS) naik Rp385 menjadi Rp1.925 dan PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) meningkat Rp200 menjadi Rp6.650.
Sedangkan saham yang melemah di antaranya PT Astra International Tbk. (ASII) menyusut Rp225 menjadi Rp7.725, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) berkurang Rp300 menjadi Rp7.850 serta PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) melemah Rp100 menjadi Rp1.600.
Sementara, IHSG pada sesi I turun 79,41 poin atau setara dengan 1,52% ke level 5.136,15 dan pada sesi pagi, bursa saham Tanah Air dibuka kehilangan 45,63 poin atau 0,87% ke level 5.169,93. Kemarin, perdagangan ditutup menyusut 66,35 poin atau 1,26% ke level 5.215,57.
Dilansir CNBC, Rabu (14/9/2016) mayoritas bursa Asia mengalami kejatuhan pada akhir perdagangan sore ini, di tengah ketidakpastian Bank Sentral Amerika Serikat (AS) apakah akan menaikkan suku bunga acuan atau tidak. Kondisi tersebut memacu kekhawatiran akan lonjakan dalam volatilitas.
Indeks Nikkei Jepang ditutup turun 0,69% atau setara dengan 114,80 poin ke level 16.614,24, sementara indeks Topix menyusut 8,25 poin atau 0,62% menjadi 1.314,74. Bursa saham di daratan China juga mengalami pelemahan saat indeks Shanghai berkurang 20,83 poin atau 0,69% di level 3.002,67.
Pelemahan juga terjadi pada indeks Hang Seng yang berkurang 0,11% atau 25,12 menjadi 23.190,64 mengiringi penurunan indeks Strait Times sebesar 0,15% atau setara dengan 4,22 poin ke level 2.814,16. Di sisi lain bursa saham Australia justru naik 19,92 poin atau 0,38% ke level 5.227,70, meski sektor energi dan material berkurang 1,44% dan 0,61% untuk masing-masing.
Kondisi pasar diperkirakan akan tetap stabil ketika Bank Sentral AS dan Bank of Japan akan menggelar pertemuan pekan depan. Analis Pasar dari CMC Markets Ric Spooner mengatakan investor masih gugup, ketika sells off terus berlanjut.
Sektor saham dalam negeri pada hari ini secara keseluruhan berada di jalur negatif. Sektor dengan kejatuhan paling dalam menimpa aneka industri yang melemah sebesar 2,48% diikuti pelemahan sektor konsumen 1,92%.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp6,91 triliun dengan 7,09 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp921,0 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp3,25 triliun, sedangkan aksi beli asing mencapai sebesar Rp2,33 triliun. Tercatat 84 saham menguat, 241 saham melemah dan 80 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) bertambah Rp1.000 menjadi Rp61.000, PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS) naik Rp385 menjadi Rp1.925 dan PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) meningkat Rp200 menjadi Rp6.650.
Sedangkan saham yang melemah di antaranya PT Astra International Tbk. (ASII) menyusut Rp225 menjadi Rp7.725, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) berkurang Rp300 menjadi Rp7.850 serta PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) melemah Rp100 menjadi Rp1.600.
(akr)
Lihat Juga :